◐

Samsung Galaxy Watch9, pemantau kebugaran tubuh luar dan dalam - ANTARA News Gorontalo

Jakarta (ANTARA) - Samsung membekali jam tangan pintar keluaran terbarunya Galaxy Watch9 dengan sejumlah fitur yang bisa memantau kebugaran tubuh tidak hanya dari luar, namun, juga dari dalam.

Smartwatch alias jam tangan pintar setiap tahun berevolusi, termasuk merek Samsung. Jika pada awalnya jam tangan pintar identik dengan alat untuk mengukur pencapaian saat berolahraga, merek dari Korea Selatan itu ingin mengingatkan bahwa kebugaran tubuh tidak hanya terlihat dari luar, namun, juga berasal dari dalam.

Keberadaan berbagai fitur kebugaran pada Samsung Galaxy Watch9 menunjukkan bahwa jam tangan tersebut kini telah bergeser menjadi alat pemantau fitness (kebugaran) dan wellness (kesejahteraan) penggunanya.

Samsung secara khusus memberi penekanan pada fitur pelacakan tidur, agar pengguna menyadari bahwa kebugaran bukan berarti tubuh harus terus bergerak, melainkan ada kebutuhan istirahat yang harus dipenuhi agar kesehatan terjaga secara keseluruhan

Selama sekitar tiga minggu pemakaian, jam tangan itu dapat dikatakan menunjang gaya hidup aktif sehari-hari.

Sambungan dengan ponsel

Sama seperti generasi pendahulunya, Galaxy Watch9 akan bekerja lebih optimal jika tersambung ke ponsel. Sebelum menyalakan jam tangan, sebaiknya pengguna mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Samsung Health untuk memaksimalkan fitur-fitur pada Galaxy Watch9.

Semakin banyak fitur yang tersemat pada smartwatch ini menunjukkan semakin banyak juga hal-hal yang harus disambungkan kepada ponsel atau internet, termasuk untuk fitur kamera dan meditasi.

Oleh karena itu, luangkan waktu sekitar 1 jam ketika pertama kali menyalakan Galaxy Watch9 untuk melihat sekilas fitur mana saja yang perlu disambungkan dengan internet atau ponsel. Sambungan hanya perlu dilakukan sekali, jika fitur sebelumnya sudah disambungkan maka pengguna tidak perlu mengulanginya kemudian hari, kecuali jika berganti ponsel atau akun Samsung Health.

Samsung juga memberikan keleluasaan apakah Galaxy Watch9 mau selalu tersambung dengan ponsel, yaitu melalui fitur Bluetooth yang bisa dinyalakan dan dimatikan melalui jam tangan.

Galaxy Watch berjalan dengan sistem operasi Android Wear OS 7 dan antarmuka One UI 9.0 Watch, yang kompatibel dengan Android 13 ke atas, baik dengan ponsel Samsung maupun merek lainnya.

Pengguna memakai fitur meditasi pada jam tangan pintar Samsung Galaxy Watch9. (ANTARA/Natisha Andarningtyas)

Fitur kesejahteraan

Selama tiga pekan pemakaian, adalah layak menyebut fitur-fitur yang perlu mendapat sorotan dari Galaxy Watch adalah yang berkaitan dengan kesejahteraan pengguna, yaitu Sleep (pelacak tidur), meditasi, latihan pernapasan dan pengecekan suasana hati (mood check-in).

Kepada ANTARA di Jakarta, pada awal September, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia Tipe Sultan menjelaskan gawai terbaru ini bertujuan memberikan wawasan kepada pengguna tentang kesiapan tubuh mereka sebelum memulai aktivitas.

Fitur esensial untuk melihat seberapa siap tubuh untuk beraktivitas sehari-hari dapat dilihat pada pelacak tidur. Tidak sekadar memberikan angka berapa lama penggunanya tidur pada malam hari, berapa lama deep sleep, detak jantung dan kadar oksigen dalam darah selama pengguna tidur.

Pada indikator-indikator itu, Samsung memberikan skor seperti Fair, Good dan Excellent agar pengguna mendapat gambaran kualitas istirahat mereka malam itu. Jika kurang tidur, Samsung Health akan mewanti-wanti pengguna untuk memperbanyak istirahat karena tubuh sedang kurang optimal.

Begitu juga jika pengguna sudah terlalu banyak berolahraga, akan muncul saran pada laman utama Samsung Health agar beristirahat. Pada pengguna yang menyukai olahraga berat, notifikasi seperti itu bisa membantu mengambil keputusan porsi olahraga yang akan dijalani pada hari itu.

Samsung mensyaratkan pengguna untuk menggunakan jam tangan selama tujuh hari berturut-turut untuk mengetahui skor vitalitas tubuh, dengan indikator, antara lain, detak jantung, suhu kulit, kadar oksigen dalam darah dan pernapasan saat tidur.

Setelah data-data tentang tidur dan vitalitas terkumpul, Samsung Health akan membaca kebiasaan pengguna dan membuka fitur sleep coaching, panduan untuk meningkatkan kualitas tidur.

Fitur yang tidak kalah menarik dari pelacakan tidur adalah snoring alias mengecek apakah mengorok saat tidur. Agar Galaxy Watch9 bisa melacak, selain menggunakan jam tangan yang tersambung kepada ponsel selama tidur, ponsel juga harus berada di dekat pengguna selama tidur.

Idealnya, taruh ponsel di permukaan rata, seperti nakas, saat tidur untuk mendeteksi ngorok. Pastikan juga ponsel sambil diisi daya, sebab, jika tidak, Galaxy Watch9 tidak bisa mendeteksi ngorok.

Melalui aplikasi Samsung Health, pengguna bisa melihat pukul berapa dan durasi mereka mengorok. Samsung juga menyertakan rekaman suara mengorok.

Selesai dengan fitur tidur, pengguna bisa beralih kepada fitur pengecekan suasana hati (mood), yang bisa dilakukan lebih dari satu kali selama sehari. Alih-alih mendeteksi detak jantung atau cepat-lambat pernapasan, Samsung mengandalkan kuesioner tentang bagaimana suasana hati dan apa yang menyebabkan merasa demikian pada waktu itu.

Berbeda dengan fitur istirahat, Samsung tidak menyertakan saran untuk memperbaiki suasana hati jika sedang tidak bagus. Meski begitu, pengguna bisa memanfaatkan fitur latihan pernapasan untuk membuat tubuh dan pikiran sedikit lebih rileks.

Galaxy Watch9 membantu pengguna latihan pernapasan selama 5 menit dengan tiga metode, yaitu boxed breathing, long exhale dan equal.

Relaksasi pikiran juga bisa dilakukan dengan bantuan fitur meditasi. Fitur itu memerlukan sambungan internet dan sambungkan dengan Galaxy Earbuds agar meditasi terasa lebih personal.

Selama meditasi, yang berdurasi mulai dari 2 menit sampai 60 menit, Galaxy Watch9 akan mengeluarkan musik atau panduan audio untuk meditasi.

Gaya hidup aktif

Pelacakan olahraga tetap menjadi fitur yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah jam tangan pintar, Galaxy Watch mendukung puluhan olahraga yang bisa disesuaikan melalui aplikasi Samsung Health.

Olahraga populer seperti lari, yoga, pilates, bersepeda, berenang dan angkat beban dapat direkam melalui Galaxy Watch9. Samsung juga melengkapi jam tangan dengan fitur water lock agar gerakan-gerakan selama berenang tidak secara otomatis dinilai sebagai sentuhan untuk menyalakan fitur pada layar.

Diameter dial jam tangan sebesar 44 milimeter mampu memuat beberapa informasi sekaligus ketika sedang berolahraga. Misalnya, saat jogging, layar akan menampilkan durasi waktu berolahraga, jumlah langkah, jarak dan indeks detak jantung dalam sekali memantau layar.

Agar penghitungan akurat, jam tangan harus menempel kepada kulit sehingga pengguna perlu mengatur seberapa ketat tali jam. Dengan diameter dial 44 milimeter, pemilik pergelangan tangan kecil perlu mempertimbangkan membeli strap (tali) dengan model gelang supaya jam tidak longgar terutama saat berolahraga.

Selain fitur berolahraga, ajakan untuk pola hidup aktif juga bisa dilihat dari penetapan target untuk bergerak dalam sehari, yaitu Cardio Load, dosis aktivitas kardio harian. Pengguna bisa memilih tujuan kebugaran mereka, misalnya menjaga kesehatan berat badan.

Samsung Health akan menghitung indeks gerakan per hari yang perlu dijalani. Gerakan itu termasuk jalan kaki dan apapun gerakan tubuh termasuk ketika pengguna sedang membereskan rumah.

Sensor gerak yang disematkan Samsung untuk Galaxy Watch9 sangat sensitif, ia akan secara otomatis mendeteksi gerakan fisik apapun, termasuk ketika sedang membersihkan rumah, sebagai exercise (latihan) jika dilakukan secara konsisten selama 10 menit. Misalnya, ketika berjalan kaki selama 10 menit, jam tangan akan secara otomatis beralih ke fitur olahraga dan menghitung jumlah langkah, kilometer dan kalori yang terbakar.

Begitu juga ketika pengguna terdeteksi berhenti setidaknya selama 1 menit, jam tangan secara otomatis akan menghitungnya sebagai jeda.

Sensor yang sangat sensitif itu ada kalanya menjadi false alarm.

Galaxy Watch9 akan memberikan notifikasi berupa getaran ketika pengguna terdeteksi sedentari selama 50 menit berturut-turut. Beberapa kali, alih-alih berjalan kaki, mengibaskan tangan sudah terhitung sebagai bergerak setelah perilaku sedentari.

Kesimpulan

Bagi penyuka gaya hidup aktif dan memperhatikan kualitas istirahat, jam tangan ini menjadi opsi yang patut dipertimbangkan karena dapat memberikan wawasan seberapa siap tubuh untuk berolahraga.

Konsumen perlu merogoh kantong mulai dari Rp6.499.000 untuk membawa pulang jam tangan pintar itu.

Dalam kondisi menyala, apakah tersambung ke ponsel atau tidak, Samsung Galaxy Watch9, yang memiliki kapasitas baterai 445mAh, mampu bertahan kurang dari 48 jam selama uji coba.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Samsung Galaxy Watch9, pemantau kebugaran tubuh luar dan dalam

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.