Sambut HPN, PLN UID Yogyakarta dorong pengembangan SPKLU di kawasan wisata

Sambut HPN, PLN UID Yogyakarta dorong pengembangan SPKLU di kawasan wisata

Jumat, 21 Agustus 2026 10:41 WIB

Image Print

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Center di PLN UID Yogyakarta sebagai bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan, termasuk wisatawan yang menggunakan kendaraan listrik. ANTARA/HO-PLN

Yogyakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Yogyakarta melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Yogyakarta dan Wonosari dalam rangka menyambut Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, terus mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik dengan menjajaki perluasan fasilitas pengisian daya di sejumlah destinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

General Manager PLN UID Yogyakarta Deri Prasetio Utomo, mengatakan penguatan ekosistem kendaraan listrik di kawasan wisata merupakan bagian dari transformasi layanan PLN yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan sekaligus keberlanjutan, sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan kemudahan serta mendukung pariwisata yang modern, nyaman, dan ramah lingkungan.

“Dalam momentum Hari Pelanggan Nasional, PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang memberikan kemudahan dan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Tidak hanya menyediakan listrik yang andal, kami juga mendorong hadirnya ekosistem energi bersih yang mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan sektor pariwisata, katanya.

Pengembangan SPKLU dan fasilitas pengisian daya di kawasan wisata, lanjut Deri, menjadi langkah strategis untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendorong Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang modern dan berkelanjutan.

Rencana pengembangan tersebut dibahas dalam audiensi PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari bersama Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta yang sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat sinergi sekaligus memetakan peluang kolaborasi dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dengan kawasan pariwisata.

Baca juga: Komisaris PLN pastikan layanan infrastruktur kendaraan listrik

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Muh Zandaru Budi Purwanto menyampaikan bahwa ketersediaan fasilitas pengisian daya menjadi salah satu dukungan penting dalam pengembangan pariwisata berbasis kendaraan listrik.

“Kami berharap PLN bisa lebih banyak membangun stasiun pengisian daya listrik bagi kendaraan listrik yang ada di Kota Yogyakarta, baik bagi mobil wisatawan maupun kendaraan tradisional seperti becak listrik yang memang sedang kami kembangkan. Paling tidak, mungkin di tiga lokasi kawasan strategis pariwisata, yakni Sumbu Filosofi termasuk Malioboro, Kotabaru, dan kawasan Jogja Selatan, bisa dibangunkan stasiun pengisian daya listrik. Semoga sinergi yang baik ini terus bisa dijaga dan dikembangkan dalam rangka mendukung kemajuan pariwisata di kota kita tercinta ini, Yogyakarta,” ujar Zandaru.

Manager PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari, Agung Pratomo, mengatakan pengembangan infrastruktur pengisian daya merupakan bagian dari upaya PLN memberikan pengalaman layanan yang semakin mudah dan nyaman bagi pelanggan, khususnya pengguna kendaraan listrik.

“PLN terus berupaya memastikan kesiapan jaringan sekaligus menjajaki kebutuhan pelanggan di lapangan. Dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di kawasan wisata, kami melihat adanya peluang untuk menghadirkan fasilitas pengisian daya yang terintegrasi dengan destinasi. Dengan demikian, pelanggan dapat mengisi daya kendaraan sekaligus menikmati aktivitas wisata tanpa harus menyediakan waktu khusus untuk mencari lokasi pengisian daya,” ujar Agung.

Menurut Agung konsep pengisian daya di destinasi wisata dapat menjadi alternatif layanan bagi wisatawan. Jika selama ini fasilitas pengisian daya lebih banyak tersedia melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), PLN mulai menjajaki penerapan konsep *charging* di kawasan wisata sehingga pelanggan dapat mengisi daya kendaraan selama menikmati destinasi.

Baca juga: Pemerintah memperkuat perlindungan konsumen lewat alat ukur SPKLU

“Konsep medium charging atau slow charging dapat menjadi pilihan untuk destinasi dengan durasi kunjungan yang cukup panjang. Jadi, wisatawan tidak perlu menyediakan waktu khusus untuk mencari lokasi pengisian daya karena proses pengisian dapat dilakukan bersamaan dengan aktivitas wisata,” jelas Agung.

Salah satu destinasi yang telah dijajaki untuk penerapan konsep tersebut adalah Gembira Loka Zoo dan ke depan, konsep serupa berpotensi dikembangkan di berbagai destinasi wisata lainnya di DIY dengan mempertimbangkan kebutuhan pelanggan, karakteristik kawasan, serta kesiapan infrastruktur kelistrikan.

Selain kendaraan pribadi wisatawan, pengembangan infrastruktur pengisian daya juga diarahkan untuk mendukung penggunaan kendaraan wisata berbasis listrik, termasuk becak listrik yang menjadi salah satu moda transportasi pendukung pariwisata di Kota Yogyakarta.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga dinilai sejalan dengan upaya penataan kawasan Malioboro sebagai kawasan pedestrian dan kehadiran kendaraan listrik sebagai salah satu moda pendukung mobilitas wisata membuka peluang pengembangan fasilitas pengisian daya pada titik-titik strategis yang mudah diakses wisatawan maupun pelaku pariwisata.

Kolaborasi PLN dan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta selanjutnya akan diarahkan pada pemetaan kebutuhan di lapangan serta penyusunan program yang dapat melibatkan pelaku dan asosiasi pariwisata, sehingga pengembangan infrastruktur kelistrikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dan karakter masing-masing destinasi.

Melalui pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, PLN menghadirkan komitmen Hari Pelanggan Nasional tidak hanya melalui peningkatan keandalan dan kemudahan layanan kelistrikan, tetapi juga dengan membuka akses terhadap layanan energi yang mendukung gaya hidup dan mobilitas berkelanjutan.

Pewarta : N008
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026