Salam lintas agama kembali bergaung di Majelis Umum PBB - ANTARA News Bangka Belitung
Jakarta (ANTARA) - Salam lintas agama yang menjadi simbol persatuan Indonesia kembali bergaung di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kala Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikannya untuk membuka pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Rahayu, semoga damai menyertai kita semua,” kata Sugiono mengawali pernyataan nasional Indonesia yang disampaikannya di hadapan Majelis Umum PBB di New York, Sabtu waktu setempat.
Seperti dipantau melalui siaran langsung di Jakarta, Ahad, salam lintas agama mengundang tepuk tangan dari para delegasi yang hadir dalam sidang tahunan PBB tersebut.
Di hadapan Majelis Umum PBB, Sugiono menekankan pentingnya ketahanan nasional sebagai pondasi dari ketahanan kawasan hingga ketahanan global.
Dalam memupuk ketahanan nasional, Indonesia berhasil mempertahankan persatuan di tengah keberagaman suku bangsa seperti tercermin dalam semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika, kata Menlu RI.
Menurut dia, keberagaman bukanlah sesuatu untuk ditaklukkan, tetapi sesuatu yang mesti dikelola, dihargai, dan dijadikan kekuatan melalui partisipasi demokrasi, dialog, dan penghargaan terhadap perbedaan.
“Dari Aceh ke Papua, dari Miangas hingga Rote, Indonesia adalah satu bangsa,” ujar Menlu RI.
Saat menutup pidatonya yang berdurasi kira-kira 17 menit tersebut, Sugiono kembali menyampaikan salam lintas agama bagi para delegasi di sidang tahunan PBB tersebut.
“Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Salve, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya, Rahayu,” katanya, disambut dengan tepuk tangan hadirin.
Salam dari Menlu RI tahun ini menunjukkan bahwa salam lintas agama dari Indonesia digunakan kembali di Sidang Majelis Umum PBB, mengingat Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan salam tersebut saat menutup pidatonya di Sidang ke-80 Majelis Umum PBB tahun lalu.
Sesaat sebelum menutup pidatonya kala itu, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya persaudaraan lintas agama dalam menjaga perdamaian dunia.
Ia mengatakan bangsa Arab, Yahudi, Muslim, Kristen, Hindu, Buddha, dan penganut semua keyakinan harus hidup sebagai satu keluarga besar umat manusia, saling menghormati perbedaan demi mewujudkan harmoni dan masa depan yang damai.
“Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Shalom, Om Shanti Shanti Shanti Om, Namo Buddhaya. Terima kasih banyak. Semoga Tuhan memberkati kita semua, semoga perdamaian menyertai kita semua,” tutup Prabowo disambut tepuk tangan para delegasi.
Pewarta: Nabil Ihsan
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.