Rupiah Menguat ke Rp 18.055 Meski Ekonom Proyeksi Ekonomi RI di Kuartal II-2026 Anjlok
Jumat, 31 Juli 2026 - 09:12 WIB
Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
Baca Juga
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 18.078 pada Kamis, 30 Juli 2026. Posisi rupiah itu menguat 9 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 18.087 pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara perdagangan di pasar spot pada Jumat, 31 Juli 2026 hingga pukul 09.05 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.055 per dolar AS. Posisi itu menguat 56 poin atau 0,31 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.111 per dolar AS.
Baca Juga
Rupiah melemah terhadap dolar AS.
Photo :
- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU/aa
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, para ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2026 akan berada antara 4,8—4,9 persen. Proyeksi itu jauh lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen.
Baca Juga
"Perlambatan ini dipicu tekanan dari tingginya biaya produksi akibat gejolak global, pengetatan kebijakan moneter, hingga ketidakpastian tata kelola fiskal di dalam negeri," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Jumat, 31 Juli 2026.
Sementara itu, angka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada tahun 2026 diprediksi akan berada di kisaran 4,9—5,1 persen. Proyeksi pertumbuhan setahun penuh itu juga berada di bawah target pemerintah yang mencapai 5,4 persen. Sementara pemeringkat S&P memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI sekitar 5 persen dari 2027—2029.
Seskab dan Kadin membahas penguatan sinergi pemerintah-dunia usaha, guna mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai respons atas tekanan global dan anjloknya nilai tukar rupiah.
Pasar juga fokus terhadap ketidakpastian mengenai suksesi pimpinan bank sentral setelah Perry Warjito mengundurkan diri, tekanan fiskal daerah, dan hambatan ekspor mineral.
Selain itu, pelaku pasar juga bersiap menyambut rilis data domestik penting pekan depan, termasuk data inflasi bulan Juli, data perdagangan bulan Mei, cadangan devisa dan PDB kuartal II-2026, serta Indek Kepercayaan Konsumen (IKK).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.110-Rp 18.160," ujarnya.
Sebagai informasi, Presiden AS, Donald Trump pada hari Rabu kemarin, mengancam akan menyerang Iran dengan "sangat keras" menyusul serangan rudal Iran pada hari Selasa terhadap pangkalan AS di Yordania.
Halaman Selanjutnya
Pada hari Rabu, AS dan Arab Saudi menyerang pasukan paramiliter yang didukung Iran di Irak. Hal itu kali pertama Arab Saudi secara terbuka bergabung dalam serangan udara AS, sebagai balasan atas serangan pesawat nirawak (drone) terhadap target-target minyak Saudi yang diluncurkan dari Irak.