Rupiah Makin Melemah ke Rp 18.104 Meski Pasar Respons Positif Proyeksi IMF & ADB soal Pertumbuhan Ekonomi RI 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 09:25 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Baca Juga

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 18.069 pada Jumat, 10 Juli 2026. Posisi rupiah itu menguat 21 poin dari kurs sebelumnya di level 18.090 pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 13 Juli 2026 hingga pukul 09.04 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 18.104 per dolar AS. Posisi itu melemah 39 poin atau 0,22 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 18.065 per dolar AS.

Baca Juga

Ilustrasi rupiah dan dolar

Photo :

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar merespon positif mengenai pernyataan International Monetary Fund (IMF) yang mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,0 persen pada 2026.

Baca Juga

Proyeksi ini berada di atas rata-rata pertumbuhan kelompok negara berkembang di kawasan Asia (Emerging and Developing Asia), yang diproyeksikan tumbuh melambat di level 4,8 persen pada 2026. IMF juga memproyeksikan bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh mencapai 5,1 persen pada 2027. 

Selain itu, Asian Development Bank proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di level 5,2 persen pada 2026 dan 2027, dan tidak mengalami perubahan apabila dibandingkan dengan laporan ADB pada April 2026 lalu.

Namun, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen pada tahun ini, masih berada di bawah target pemerintah. Dalam APBN 2026, pemerintah dan DPR menetapkan target pertumbuhan mencapai 5,4 persen.

Selain itu, Kenaikan penjualan mobil nasional sepanjang semester I-2026, dinilai belum bisa dijadikan bukti daya beli masyarakat telah pulih sepenuhnya. Meski penjualan kendaraan menunjukkan tren positif, pemulihan konsumsi rumah tangga dinilai masih berlangsung secara bertahap.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales atau distribusi dari pabrikan ke dealer mencapai 77.550 unit pada Juni 2026, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenaikan tersebut melanjutkan pertumbuhan 14 persen pada Mei 2026, sekaligus menjadi bulan ketiga berturut-turut penjualan mobil mencatatkan pertumbuhan secara tahunan.

Secara kumulatif, penjualan mobil baru sepanjang semester I-2026 mencapai 436.564 unit, atau meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini mencerminkan permintaan konsumen yang tetap kuat meskipun masyarakat masih menghadapi tekanan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi.

Halaman Selanjutnya

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.060-Rp 18.110," ujarnya.