Rosan Ungkap Separuh Investasi RI Kuartal II 2026 Berasal dari Asing, Tembus Rp257,7 Triliun
Kamis, 16 Juli 2026 - 15:15 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa lebih dari separuh realisasi investasi Indonesia pada kuartal II 2026 berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA). Dari total investasi yang mencapai Rp511,8 triliun, investasi asing menyumbang Rp257,7 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi dari dalam negeri.
Baca Juga
Capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi tujuan menarik bagi investor global di tengah upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi dan percepatan hilirisasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Rosan menyampaikan, realisasi investasi pada periode April hingga Juni 2026 mencapai Rp511,8 triliun, atau tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Baca Juga
"Pada triwulan II, investasi sebesar Rp511,8 triliun," ujar Rosan dalam konferensi pers, Kamis, 16 Juli 2026.
Investasi Asing Lampaui Penanaman Modal Dalam Negeri
Baca Juga
Dalam paparannya, Rosan menjelaskan komposisi investasi pada kuartal II 2026 relatif berimbang antara modal asing dan modal domestik. Namun, kontribusi investasi asing tercatat sedikit lebih besar.
Realisasi investasi tersebut terdiri atas:
- Penanaman Modal Asing (PMA): Rp257,7 triliun
- Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN): Rp254,1 triliun
Dengan demikian, investasi asing berkontribusi sekitar separuh dari total investasi yang berhasil dihimpun pemerintah sepanjang kuartal II 2026.
Besarnya nilai PMA tersebut menunjukkan masih kuatnya kepercayaan investor internasional terhadap prospek investasi di Indonesia, seiring berbagai kebijakan pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif.
Investasi di Luar Jawa Sedikit Lebih Besar
Selain memaparkan sumber investasi, Rosan juga mengungkapkan distribusi investasi berdasarkan wilayah.
Menariknya, realisasi investasi di luar Pulau Jawa kembali mencatatkan nilai yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Jawa.
Rinciannya meliputi:
- Pulau Jawa: Rp255,3 triliun
- Luar Pulau Jawa: Rp256,5 triliun
Selisih tersebut menunjukkan penyebaran investasi mulai bergerak lebih merata ke berbagai daerah di Indonesia, tidak lagi terpusat di Pulau Jawa.
Pemerintah selama ini memang terus mendorong pemerataan investasi melalui pembangunan kawasan industri, hilirisasi sumber daya alam, serta pengembangan infrastruktur di berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Serap Lebih dari 742 Ribu Tenaga Kerja
Realisasi investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah tersebut juga memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan pekerjaan.
Halaman Selanjutnya
Rosan mengatakan investasi sepanjang kuartal II 2026 berhasil menyerap 742.293 tenaga kerja.