RI nilai isu Palestina jadi ujian terbesar bagi hukum internasional
RI nilai isu Palestina jadi ujian terbesar bagi hukum internasional
Minggu, 27 September 2026 11:35 WIB
Tangkapan layar - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan pernyataan nasional Indonesia di hadapan Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas PBB New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat. (ANTARA/Nabil Ihsan)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia (RI) Sugiono mengatakan isu Palestina sebagai ujian terbesar bagi masyarakat dunia dalam menegakkan hukum internasional di tengah pelanggaran yang terus terjadi tanpa tindakan konkret untuk menghentikannya.
Dalam pernyataan nasional Indonesia yang disampaikan di hadapan Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu waktu setempat, dia menuturkan institusi internasional akan kuat hanya jika dunia membelanya serta menegakkan hukum internasional.
“Dalam hal tersebut, Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas terhadap prinsip ini, serta ujian bagi hati nurani kita,” kata Sugiono, sebagaimana dipantau di Jakarta, Ahad.
Dia menilai pelanggaran hukum internasional yang jelas-jelas terjadi di Jalur Gaza dan Tepi Barat menunjukkan seakan-akan dunia belum mengenal Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR), dan empat Konvensi Jenewa 1949.
“Pelanggaran hukum internasional di Gaza dan Tepi Barat mengingatkan kita pada dunia sebelum 1945 … ketika suatu kelompok tertentu hampir musnah,” katanya.
Lebih lanjut, Menlu RI Sugiono mengatakan kesamaan nasib saat membela kemerdekaan menjadi salah satu alasan yang terus mendorong Indonesia untuk terus bersama bangsa Palestina.
Baca juga: Salam lintas agama kembali bergaung di Majelis Umum PBB
Baca juga: Menlu umumkan pencalonan RI anggota tidak tetap DK di Majelis Umum PBB
Indonesia telah mencicipi perjuangan melawan kolonialisme "pada masa di mana hukum internasional lemah dan yang kuat pasti berkuasa”, ujarnya.
“Perjuangan bangsa kami untuk mencapai kemerdekaannya adalah yang membentuk dukungan konsisten kami bagi rakyat Palestina serta hak mereka menentukan masa depannya sendiri,” katanya.
Sugiono menegaskan tekad Indonesia untuk terus bersama rakyat Palestina hingga hak mereka menentukan nasibnya sendiri dapat tercapai.
Indonesia juga akan senantiasa membela rakyat Palestina hingga kemerdekaan dan kedaulatan Palestina terwujud berdasarkan prinsip solusi dua negara yang berlandaskan hukum internasional dan parameter yang disepakati secara internasional.
“Palestina bukan hanya isu satu kawasan. Palestina adalah ujian untuk melihat apakah sistem multilateral dapat membela prinsip yang diciptakannya dan dapat menegakkannya di saat yang paling dibutuhkan,” tutur Sugiono.
Dia mengatakan meski dengan berbagai upaya mereformasi institusi internasional, hukum internasional tak boleh luput dari perhatian dan harus ditegakkan secara konsisten. Tegaknya hukum internasional juga akan menyelamatkan multilateralisme di dunia.
“Kedaulatan harus dihargai dan kolonialsme harus diakhiri,” katanya.
Kehadiran Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB pada 2026 diwakili Menlu Sugiono sebagai kepala delegasi Indonesia yang sudah hadir di New York sejak Senin (21/9). Sebelum menyampaikan pernyataan nasionalnya pada Sabtu, Sugiono telah berpartisipasi dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi maupun pertemuan bilateral.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: RI nilai isu Palestina jadi ujian terbesar bagi hukum internasional
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026