Remaja Putus Sekolah Ini Sukses Punya Merek Susu dengan Keuntungan Rp18 M!

Jakarta -

Putus sekolah tidak menjamin nasib seseorang ke depannya. Contohnya pria India ini yang sukses punya perusahaan susu dengan keuntungan Rp18 miliar, meski putus sekolah.

Banyak perusahaan makanan atau pemilik usaha makanan memiliki kehidupan awal yang sederhana. Mereka tidak langsung lahir dari keluarga sukses. Beberapa memulainya dari nol, bahkan sempat memiliki masa lalu kelam.

Contohnya pemilik merek Milky Mist Dairy Food di India ini. Jauh sebelum perusahaan tersebut menjadi pemain utama di segmen produk susu bernilai plus, pendirinya, Sathish Kumar T., merupakan seorang remaja yang sempat putus sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sathish Kumar dari Tamil Nadu ini awalnya bereksperimen dengan cara membuat paneer melalui metode coba-coba. Paneer adalah keju segar khas India yang dibuat dengan menggumpalkan susu hangat menggunakan asam, seperti air lemon atau cuka. Keju ini punya tekstur padat tetapi tetap lembut, dan tidak mudah meleleh saat dimasak.

Pada 1980-an, ia dan keluarga sebenarnya mengoperasikan bisnis alat tenun kecil yang akhirnya tutup. Mereka kemudian terjun ke bisnis produk olahan susu, membeli susu dari pemasok lokal, mendinginkannya, lalu mengangungkut sekitar 3.000 liter setiap hari ke Bengaluru, lapor food.ndtv.com (12/8).

Namun, bisnis ini mengalami kesulitan keuangan. Paman Kumar keluar dari usaha ini pada tahun 1990. Menyebabkan operasi distribusi susu akhirnya ditutup pada tahun 1992.

Remaja Putus Sekolah Ini Sukses Punya Merek Susu dengan Keuntungan Rp18 M!Ini dia Kumar, CEO atau pemilik merek Milky Mist yang telah sukses. Foto: milkymist

Pada usia sekitar 16 tahun, Kumar memilih meninggalkan sekolah dan fokus membangun kembali bisnis kuliner keluarganya. Dia memperhatikan bahwa salah satu pelanggan mereka di Bengaluru membeli susu, mengolahnya menjadi paneer, dan memasoknya ke hotel dan restoran.

Menyadari potensi paneer, Kumar memutuskan untuk memasuki segmen ini. Meskipun ia tidak memiliki pengalaman sebelumnya dalam produksi komersial dan akses informasi terbatas, akhirnya Kumar mengandalkan eksperimen berulang.

Ia dilaporkan menghabiskan waktu berbulan-bulan menyempurnakan prosesnya. Mulai dari memanaskan susu, menggunakan cuka untuk menggumpalkannya hingga mencapai kualitas dan tekstur yang diinginkan.

Awalnya Kumar juga hanya membuat satu batch seberat 10 kilogram paneer. Ia membawa kiriman paneer tersebut ke Bangaluru, khususnya ke distributor yang melayani hotel dan restoran. Seiring waktu, permintaan mulai meningkat dan bisnis ini berkembang pesat.

Dari jumlah mikro, Kumar akhirnya mengembangkan bisnis produk olahan susunya ini sampai berhasil membangun merek dagang sendiri. Pada tahun 1995, Kumar dikabarkan berhasil menjual antara 50 kilogram sampai 100 kilogram paneer setiap hari.

Remaja Putus Sekolah Ini Sukses Punya Merek Susu dengan Keuntungan Rp18 M!Ini produk paneer yang diproduksi oleh perusahaan Kumar. Foto: milkymist

Tak hanya terus memproduksi paneer, Milky Mist juga secara bertahap melakukan diversifikasi beberapa kategori produk susus. Selama bertahun-tahun, perusahaan ini menambahkan produk lain, seperti dadih, mentega, ghee, keju, yogurt, es krim, hingga produk UHT ke dalam daftar.

Seiring meningkatkan volume produksi, Kumar juga memasuki pasar ritel di 1997 dan memperkenalkan merek Milky Mist. Dari sisi keuangan dan keuntungan, kinerja juga meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Menurut laporan dari Moneycontrol, di tahun fiskal 2025, pendapatannya tumbuh menjadi Rs 2.354,79 crore (Rp sekitar 4,3 miliar) dan selanjutnya menjadi Rs 3.145,01 crore (Rp 5,8 milia) pada tahun fiskal 2026.

Perjalanan Kumar menggambarkan bagaimana usaha produk olahan susu keluarga berbasis kecil bisa menjadi perusahaan makanan bernilai tinggi.

(aqr/adr)