Rektor Unhas tekankan pentingnya adaptasi AI
...Jika leluhur kita membaca rasi bintang untuk navigasi maka hari ini para wisudawan harus cerdas membaca tren data dan teknologi
Makassar (ANTARA) - Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (JJ) menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), bagi lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Prof JJ dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengingatkan bahwa perubahan teknologi telah membawa disrupsi besar terhadap dunia kerja.
Karena itu, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Mereka perlu memiliki kepekaan terhadap perkembangan zaman dan kecakapan dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Jika leluhur kita membaca rasi bintang untuk navigasi, hari ini para wisudawan harus cerdas membaca tren data dan teknologi,” ujar Prof JJ dalam pidatonya pada Wisuda Unhas Periode September Tahun Akademik 2026/2027.
Rektor Unhas itu mendorong para lulusan untuk tidak memandang AI semata-mata sebagai ancaman, melainkan sebagai instrumen yang dapat mempercepat pekerjaan, meningkatkan produktivitas, dan menghasilkan solusi yang lebih baik.
Baca juga: Rektor Unhas: Guru Besar jangan berhenti berdampak bagi masyarakat
“Jadikan kemajuan inovasi digital dan kecerdasan buatan sebagai instrumen untuk mengakselerasi produktivitas Saudara,” tegasnya.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Prof JJ kembali mengingatkan bahwa keunggulan lulusan Unhas tidak berhenti pada penguasaan teknologi. Ada kualitas kemanusiaan yang harus tetap dijaga dan justru semakin penting di tengah kemajuan AI.
“Kecerdasan buatan dapat membantu manusia mengolah informasi dan menyelesaikan pekerjaan, namun kemampuan untuk mempertimbangkan nilai, memahami perasaan, dan mengambil keputusan secara beretika tetap berada pada manusia," ujarnya.
"Secanggih apa pun sistem komputasi diciptakan, mesin tidak akan pernah memiliki nurani, etika, dan empati sosial,” kata Prof JJ.
Atas dasar itu, Prof. JJ meminta para lulusan menjadikan integritas sebagai landasan ketika menggunakan teknologi. Kemampuan memanfaatkan AI harus disertai tanggung jawab moral agar kemajuan teknologi benar-benar diarahkan untuk menciptakan manfaat.
“Di sinilah letak keunggulan tak tergantikan Saudara sebagai manusia. Jadikan filosofi Siri’ na Pacce sebagai pijakan etos kerja ke depannya,” pesan Prof JJ.
Baca juga: Rektor Unhas: Budaya perkuat hubungan pemuda negara ASEAN
Baca juga: Rektor Unhas: Program Patriot Transmigrasi wujud kampus berdampak
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.