Real Madrid vs Inter Milan: Lawan Bekas Klub, Jose Mourinho Merasa 'Tidak Normal'
Hervin Saputra
| 7 September 2026, 18:21 WIB

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, dalam sesi konferensi pers menjelang laga timnya kontra Inter Milan untuk duel pembuka fase penyisihan Liga Champions 2026-2027 di Madrid, Spanyol, Senin (7/9/2026). REAL MADRID/Antonio Villalba.
AKURAT.CO, Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengatakan bahwa pertandingan antara timnya dengan Inter Milan pada duel pertama fase penyisihan Liga Champions 2026-2027 adalah pertandingan yang “tidak normal”.
Ungkapan ini disampaikan Jose Mourinho mengingat Inter Milan adalah eks klub di mana karier kepelatihannya mencapai puncak. Yakni membawa raksasa Liga Serie A Italia itu meraih trigelar pada musim 2019-2020.
Ditambah lagi pelatih Inter Milan yang bakal dihadapinya di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Selasa (8/9/2026), Christian Chivu, adalah salah satu pemain dalam skuadnya ketika meraih treble di musim itu.
“Saat ini, (Real Madrid vs Inter Milan) bukan pertandingan yang normal bagi saya, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya,” kata Jose Mourinho dalam sesi konferensi pers di Madrid, Spanyol, Senin (7/9/2026), sebagaimana dipetik dari AS.
“Setelah (pertandingan), bakal begitu (normal). Tetapi selama (pertandingan), tidak. Saya tidak berpikir bahwa selama pertandingan ada sesiapa yang akan membicarakan siapa yang berada di bench Madrid.”
https://akurat.co/bola/885810/undian-liga-champions-psg-lawan-barcelona-dan-man-city-madrid-jajal-inter-dan-arsenal
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa menghadapi Inter besok malam adalah momen di mana ia akan melupakan masa lalu dengan klub raksasa Italia itu. Pada saat yang sama dia juga bersyukur dengan Chivu di bangku kepelatihan Nerazzuri.
“Selama pertandingan, saya tidak akan memikirkan apapun dari masa lalu,” kata Mourinho.
“Chivu akan selalu menjadi salah satu (pemain) milik saya. Saya sangat gembira terhadapnya, untuk apa yang sudah dia capai. Saya akan menyambutnya sebelum dan sesudah (pertandingan).”
Laga melawan Inter juga merupakan peluang bagi Mourinho untuk mengawali perburuan atas capaian yang dianggap “tak kesampaian” pada periode pertama kepelatihannya bersama Los Blancos (2010-2013).
Pun demikian, eks Pelatih Inter, Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur itu tak merasa bahwa ia berutang gelar Liga Champions pada periode pertamnya bersama Madrid.
“Tidak. Saya berada di Real Madrid di dua periode berbeda. Saya menyelesaikan kerja (periode pertama) saya di sini pada 2013. Kami memenangi apa yang kami menangi dan kalah apa yang kami kalah. Kami memberikan semuanya. Itu saja,” kata Mourinho.