Razia Prostitusi Online di Puncak dan Kota Cianjur, 8 PSK Diamankan Satpol PP - ANTARA News Jawa Barat
Cianjur (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengamankan delapan perempuan pekerja seks komersial (PSK) dalam razia di sejumlah tempat di kawasan Puncak dan kota Cianjur.
Kepala Satpol PP dan Damkar Cianjur Djoko Purnomo di Cianjur, Selasa, mengatakan razia sebagai tindak lanjut surat dari Dinas Sosial Provinsi Jabar melalui UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Wanita Mandiri (PPSGWM) Sukabumi.
Petugas menyasar sejumlah tempat, seperti hotel dan kamar kos yang banyak dijadikan tempat prostitusi langsung atau daring. Sebanyak delapan perempuan diamankan di Kantor Satpol PP Cianjur guna pendataan.
"Petugas menyisir sejumlah lokasi mulai dari hotel hingga kamar kos di kawasan Puncak-Cipanas dan wilayah kota Cianjur, di mana dalam razia kali ini terjaring delapan orang perempuan yang melakukan prostitusi daring," katanya.
Hasil pemeriksaan petugas, delapan PSK mengaku melakukan prostitusi secara daring dengan lokasi di kamar hotel dan kamar kos.
Setelah dilakukan pendataan, selanjutnya mereka diserahkan ke UPTD PPSGWN Sukabumi guna pembinaan.
Seiring dengan marak prostitusi daring di Cianjur, pihaknya lebih menggencarkan patroli dan razia, guna menekan angka prostitusi di Cianjur. Beberapa di antara delapan orang yang terjaring itu, berasal dari luar kota setempat.
Pihaknya meminta masyarakat ikut melakukan pengawasan dan membuat laporan ketika mendapati kegiatan yang melanggar peraturan daerah (perda) di lingkungan tempat tinggal mereka, termasuk peredaran minuman keras dan obat terlarang.
"Kami meminta masyarakat segera melapor ketika mendapati hal mencurigakan di lingkungan tempat tinggal, termasuk prostitusi dan peredaran miras untuk segera dilakukan tindakan oleh petugas," katanya.
Satpol PP dan Damkar Cianjur telah menggelar kegiatan serupa, beberapa pekan sebelumnya, dengan menjaring 18 PSK yang menjadikan kamar kos sebagai tempat maksiat.
"Kami akan terus menggelar kegiatan yang sama selama masih banyak laporan terkait prostitusi dan peredaran miras, termasuk melibatkan masyarakat dalam pengawasan di lingkungan tempat tinggal masing-masing," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.