◐

Rambut Basah karena Hujan Jadi Penyebab Flu, Benarkah?

Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak yang sering mengira kehujanan hingga rambut basah kuyup bisa bikin seseorang pasti jadi sakit flu. Namun benarkah rambut basah karena hujan jadi penyebab flu?

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Widya Khairunnisa, menjelaskan orang sehat tidak perlu khawatir jika rambutnya basah habis terkena hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Secara medis, keramas saat hujan deras pada dasarnya tidak berbahaya bagi orang yang sehat, selama setelahnya tubuh dibilas dengan air bersih dan rambut dikeringkan segera," kata Widya, seperti dikutip dari laman IPB University.

Menurutnya, flu atau common cold merupakan infeksi saluran pernapasan akibat virus, bukan oleh air hujan ataupun rambut basah. Jadi, kehujanan tak otomatis membuat seseorang terkena flu.

Namun Widya mewanti-wanti paparan suhu dingin tetap bisa menimbulkan respons tertentu pada tubuh.

Pilihan Redaksi

"Dalam kondisi dingin, pembuluh darah di kulit menyempit (vasokonstriksi) untuk mempertahankan panas tubuh. Kondisi ini dapat membuat seseorang menggigil dan tidak nyaman," tutur Widya.

Ia melanjutkan, udara dingin juga dapat memengaruhi mukosa atau lapisan lendir hidung dan saluran pernapasan, termasuk mekanisme pembersihan mukosiliar, yaitu sistem alami yang membersihkan lendir dan kuman, serta imunitas lokal di hidung.

Hati-hati terhadap polutan

Selain suhu tubuh, kualitas air hujan juga perlu jadi perhatian. Selama berada di atmosfer, air hujan bisa berinteraksi dengan debu, polutan udara, mikroorganisme, dan berbagai zat lain. Partikel tersebut lalu menempel pada rambut dan kulit kepala.

"Dalam kondisi tertentu, paparan polutan berpotensi memicu stres oksidatif dan peradangan, meskipun penelitian yang secara langsung menghubungkan air hujan dengan gangguan rambut dan kulit kepala masih terbatas," ujar Widya.

Namun sebagai antisipasi, setelah kehujanan sebaiknya bilas rambut dengan air bersih dan langsung dikeringkan.

Jika terkena hujan dalam waktu cukup lama, terutama di lingkungan penuh polusi, sebaiknya mencuci rambut dengan sampo untuk membersihkan partikel yang menempel.

Hati-hati pula tidur dengan rambut basah

Masalah tak selesai dengan mencuci rambut. Tidur dengan keadaan rambut masih basah juga bisa menyebabkan masalah.

Matthew Goldman, spesialis kedokteran keluarga, mengungkap kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko infeksi. Hal ini karena jamur dan bakteri berkembang biak di lingkungan yang hangat dan lembap.

"Jika Anda membawa jamur atau bakteri (atau keduanya) pulang dan menaruhnya di bantal atau seprai Anda, ada kemungkinan mereka akan bertahan hidup dan berkembang biak," ucap Goldman, seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Ia menjelaskan, panas yang berulang dari kepala di bantal atau tubuh di kasur dan seprai, terutama jika rambut basah, dapat menyebabkan pertumbuhan jamur dan bakteri.

Tak cuma persoalan infeksi, rambut basah juga bisa melemahkan rambut. Dalam kondisi basah, rambut dapat meregang hingga 30 persen dari panjang aslinya tanpa kerusakan.

Namun meregangkannya lebih jauh, seperti menyisir, menyikat, dan mengikat, dapat menyebabkan perubahan yang tidak dapat dipulihkan. Rambut bisa lebih mudah patah, tumbuh lambat, atau terlihat rusak dan kusam.

Jadi, rambut basah karena hujan tak otomatis jadi penyebab flu. Yang penting, jaga terus kondisi tubuh agar tak mudah terinfeksi virus penyebab penyakit.

(rti)