Rahasia Ketangguhan Toyota Hilux Listrik Ada di Bagian yang Tak Terlihat
Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:16 WIB
Tangerang Selatan, VIVA – Kendaraan listrik mulai merambah segmen kendaraan niaga, termasuk pikap Toyota Hilux yang selama ini identik dengan pekerjaan berat di area pertambangan, perkebunan hingga proyek konstruksi. Namun, masih banyak yang mempertanyakan apakah mobil tanpa mesin diesel benar-benar mampu menghadapi medan ekstrem seperti pendahulunya.
Baca Juga
Keraguan tersebut mencuat dalam sesi peluncuran Toyota New Hilux di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2026. Salah satu pertanyaan yang diajukan media adalah bagaimana Toyota memastikan Hilux BEV tetap memiliki ketangguhan yang selama puluhan tahun menjadi identitas model tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Bansar Maduma, menjelaskan bahwa tantangan terbesar bukan sekadar menghadirkan pikap bertenaga listrik, melainkan memastikan kendaraan tersebut tetap bisa digunakan di berbagai kondisi operasional. Menurutnya, proses pengembangan Hilux BEV membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding mobil listrik untuk penggunaan perkotaan.
Baca Juga
"Kalau dilihat, konstruksi di bagian bawah kendaraan berbeda antara diesel dan BEV. Tidak mudah memastikan kualitas baterai kendaraan listrik untuk penggunaan seperti Hilux, karena harus dipastikan bisa digunakan dengan baik di berbagai medan, bukan hanya di perkotaan," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 4 Agustus 2026.
Ia mengatakan, pengembangan Hilux BEV dilakukan dengan mempertahankan DNA Hilux yang selama ini dikenal mengedepankan Quality, Durability, dan Reliability (QDR). Filosofi tersebut menjadi acuan agar versi listrik tetap mampu memenuhi kebutuhan pelanggan yang bekerja di sektor-sektor dengan medan berat.
Baca Juga
Untuk mendukung kemampuan tersebut, Hilux BEV dibekali dua motor listrik berpenggerak semua roda atau all-wheel drive (AWD) dengan tenaga 144 kW serta baterai berkapasitas 59,2 kWh. Pikap listrik ini juga memiliki lima mode berkendara sesuai kondisi medan dan kemampuan melintasi genangan air hingga 700 milimeter.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Toyota menilai karakter kendaraan operasional tidak hanya ditentukan oleh performa, tetapi juga daya tahan seluruh komponen dalam penggunaan jangka panjang. Karena itu, proses validasi dilakukan agar sistem baterai, motor listrik, hingga komponen pendukung lainnya tetap mampu bekerja pada kondisi yang biasa dihadapi pengguna Hilux.
Selain menghadirkan produk, Toyota juga menyiapkan dukungan purnajual untuk pelanggan Hilux BEV melalui jaringan bengkel resmi, Toyota Mobile Service, teknisi bersertifikat, hingga layanan darurat 24 jam. Fasilitas tersebut disiapkan agar kendaraan operasional tetap dapat memperoleh perawatan meski digunakan di lokasi yang jauh dari pusat kota.
Halaman Selanjutnya
Meski telah memperkenalkan versi listrik, Toyota mengakui bahwa saat ini mayoritas pemesanan New Hilux masih berasal dari varian diesel. Menurut perusahaan, konsumen kendaraan niaga masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan teknologi baru sebelum beralih ke kendaraan listrik untuk mendukung aktivitas operasional mereka.