Profil Lengkap Gus Kikin, Caketum PBNU Cucu Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari

AKURAT.CO Nama KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menjadi salah satu kandidat kuat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Gus Kikin merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ke-8, Jombang. Namanya mencuat dalam bursa kepemimpinan PBNU karena memiliki latar belakang keulamaan, pengalaman organisasi, serta rekam jejak profesional di dunia usaha.

Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Ia memiliki hubungan nasab dengan KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Dari jalur ibunya, Nyai Hj Abidah Ma'shum, Gus Kikin merupakan cucu Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH Hasyim Asy'ari.

Sementara dari jalur ayahnya, KH Mahfudz Anwar, Gus Kikin terhubung dengan keluarga pendiri Pesantren Sunan Ampel Jombang dan trah pengasuh Pesantren Tarbiyatun Nasyi'in Paculgowang.

Baca Juga: Lima Caketum PBNU Ditetapkan, Tiga Nama Gugur karena Syarat Politik

Di lingkungan pesantren, kiprah Gus Kikin di Tebuireng dimulai pada 2016 ketika dipercaya menjadi Wakil Pengasuh atas permintaan KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah. Setelah Gus Sholah wafat pada 2020, Gus Kikin kemudian dipercaya menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.

Selain berlatar pesantren, Gus Kikin juga memiliki pengalaman profesional. Ia merupakan lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta angkatan 1975–1979.

Pengalamannya di dunia profesional antara lain mencakup kepemimpinan perusahaan di sektor industri migas melalui PT Energi Mineral Langgeng serta kiprah di bidang media.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu karakteristik Gus Kikin di tengah bursa calon Ketua Umum PBNU. Ia membawa kombinasi antara tradisi pesantren, pengalaman mengelola lembaga pendidikan, organisasi NU, dan dunia profesional.

Di organisasi NU, Gus Kikin pernah menjadi salah satu Ketua PBNU masa khidmat 2022–2027. Ia kemudian dipercaya menjadi Penjabat Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur pada awal 2024.

Dalam Konferwil XVIII PWNU Jawa Timur, Gus Kikin selanjutnya dikukuhkan sebagai Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024–2029.

Perjalanan tersebut membuat nama Gus Kikin semakin diperhitungkan menjelang Muktamar ke-35 NU. Selain memiliki hubungan keluarga dengan pendiri NU, ia juga memiliki pengalaman memimpin pesantren dan struktur organisasi NU di tingkat nasional maupun wilayah.

Dalam perkembangan Muktamar ke-35 NU, nama Gus Kikin bahkan berada di posisi teratas dalam tabulasi usulan calon Ketua Umum PBNU dengan 472 suara. Hasil tersebut menempatkannya sebagai kandidat dengan perolehan suara tertinggi dari peserta muktamar.

Baca Juga: Nusron Wahid Dapat 207 Suara di Muktamar ke-35 NU, Terbentur Jabatan Politik

Lima nama yang memperoleh suara terbanyak kemudian diajukan untuk mendapatkan persetujuan Rais Aam terpilih dan selanjutnya diputuskan melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).

Dengan posisi tersebut, Gus Kikin menjadi salah satu figur yang paling menonjol dalam proses penentuan Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026–2031.