Produksi Gas RI Bisa Melejit 150% Dalam 5 Tahun, Ini Pendorongnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memproyeksikan produksi gas di Indonesia bisa naik secara signifikan hingga 150% dalam waktu 5 tahun ke depan. Hal ini didorong atas mulai beroperasinya lapangan-lapangan gas raksasa yang ada di Indonesia.
Bahlil menyebutkan beberapa proyek diantaranya seperti temuan cadangan besar di Kalimantan Timur serta progress proyek di Blok Masela. Ia menyebut potensi gas yang melimpah tersebut menjadi modal bagi Indonesia untuk memperkuat hilirisasi industri sekaligus mendukung transisi energi bersih.
"Gas Bapak Ibu semua pada 5 tahun ke depan produksi gas kita itu naik 150% daripada lifting kita sekarang. Kita sekarang kan kurang lebih sekitar ya hampir 1 juta lah untuk gas," katanya dalam acara Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).
Salah satu penyumbang utama kenaikan produksi tersebut berasal dari blok migas di Kalimantan Timur yang dikelola oleh perusahaan migas Italia yakni ENI melalui kerja sama dengan perusahaan migas Malaysia yakni Petronas. Proyek tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2029.
"Blok yang kita baru temukan di Kalimantan Timur ENI ya perusahaan ENI yang bekerja sama dengan Petronas. Itu nanti pada 2029 mereka akan memproduksi kurang lebih sekitar 3.000 MM per day itu tidak sedikit 7 TCF," paparnya.
Selain itu, pemerintah juga telah melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Blok Masela. Proyek tersebut diharapkan dapat menambah produksi gas Indonesia bersama dengan blok-blok baru lainnya yang telah ditemukan.
"Blok Masela yang kemarin kita groundbreaking resmikan itu 1.200 MM. Belum lagi blok-blok lain yang kita sudah dapatkan," tambahnya.
Bahlil menekankan pemanfaatan gas secara optimal diharapkan dapat menjaga ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu.
"Keberpihakan negara akan ditentukan dari yang pertama adalah tetap kita pakai energi bersih yang kedua adalah energi yang efisien dan yang ketiga adalah energi itu bisa dihasilkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandasnya.
(pgr/pgr)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]