Presiden tambah helikopter water bombing penanganan karhutla Kalteng
Presiden tambah helikopter water bombing penanganan karhutla Kalteng
Sabtu, 22 Agustus 2026 20:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran (kiri) tiba untuk rapat bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Bandara Tjilik Riwut, Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026). Presiden Prabowo memberikan instruksi kepada jajaran TNI dan Polri untuk turun langsung bersama pemerintah daerah serta masyarakat setempat guna menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di empat provinsi terdampak di Kalimantan. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/bay/YU
Palangka Raya (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan memberikan tambahan empat helikopter pengebom air atau water bombing untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Kita tambahin empat (helikopter water bombing)," kata Presiden saat menjawab permintaan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Pemadam Kebakaran Daerah (BPBPK) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib di Posko Aju Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Sabtu.
Presiden saat memimpin rapat yang diunggah Sekretariat Presiden ini juga menyetujui tambahan bantuan lainnya untuk mendukung pemadaman di darat, seperti pompa air 100 unit, APD 2.000 unit, cangkul gepyok, sumur bor, dan selang air yang akan ditambah.
Presiden bahkan sempat menelpon langsung untuk meminta pengiriman segera tambahan pompa ke Kalimantan Tengah.
Dalam rapat ini, Kalaksa BPBD Kalteng Ahmad Toyib melaporkan sebanyak 10.700 personel gabungan telah dikerahkan dalam Satuan Tugas (Satgas) darat Kalteng. Personel tersebut menurut dia, merupakan kolaborasi dari unsur BPBD, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri, serta masyarakat peduli api dan potensi masyarakat lainnya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas supervisi penanggulangan karhutla yang telah diberikan bagi Provinsi Kalimantan Tengah," ujar Ahmad Toyib di hadapan Presiden.
Dari sisi dukungan udara, Kalaksa melaporkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan dukungan berupa satu unit helikopter patroli dan satu unit pesawat Cessna yang digunakan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan patroli udara. Saat ini, untuk operasi water bombing sudah terdapat empat unit yang beroperasi .
"Mohon izin, kalau bisa, tambahan dua sampai tiga unit lagi, Pak Presiden. Karena ini sangat membantu," ujar Kalaksa dalam rapat tersebut.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat/Norjani
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026