Presiden Iran desak BRICS cegah hambatan terhadap perdagangan yang sah - ANTARA News Bangka Belitung

New Delhi, India/Istanbul (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Jumat, mengatakan bahwa BRICS harus menciptakan lingkungan yang mencegah negara mana pun menghalangi perdagangan sah negara lain.

Dia juga menyebutkan bahwa Iran telah memasuki fase tekanan ekonomi yang "jauh lebih berbahaya" menyusul perang dengan AS dan Israel.

Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di KTT pemimpin BRICS ke-18 di New Delhi, ibu kota India.

BRICS adalah blok ekonomi global yang didirikan pada 2006. Anggotanya meliputi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, sementara Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran bergabung kemudian. Sedangkan Indonesia diumumkan bergabung pada awal 2025.

Pezeshkian mengatakan dunia sedang melewati salah satu "periode paling kompleks," seraya memperingatkan bahwa meningkatnya penggunaan instrumen ekonomi untuk memberikan tekanan telah membahayakan perdagangan sah negara-negara lain.

"Apa tanggapan BRICS terhadap masalah-masalah ini?" ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kekuatan BRICS akan semakin terlihat jelas ketika kelompok tersebut beralih dari "kerja sama yang bersifat potensial menjadi kerja sama yang bersifat operasional."

"Iran telah menghadapi sanksi komprehensif dalam beberapa tahun terakhir, dan tekanan-tekanan ini memasuki fase yang jauh lebih berbahaya setelah agresi AS-Israel," kata Pezeshkian.

Dia mengatakan bahwa agresi tersebut sekali lagi mengungkap kenyataan penting di samping kerugian jiwa dan materi: bahwa keamanan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari keamanan nasional dan regional.

"Ketika perdagangan, energi, infrastruktur, atau sistem keuangan suatu negara berada di bawah tekanan politik dan militer, dampaknya melampaui batas negara tersebut serta memengaruhi stabilitas regional dan ekonomi global," ujarnya.

Pezeshkian menekankan perlunya menciptakan lingkungan yang mencegah negara mana pun menghalangi perdagangan sah negara lain.

Dia juga menekankan pentingnya memperluas penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan antarnegara BRICS.

Presiden Iran itu menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi "mitra strategis" dalam rantai pasokan energi dan transportasi kelompok tersebut.

"Iran siap bekerja sama dengan anggota BRICS untuk membangun ekonomi yang lebih terbuka dan adil," katanya.

Sumber: Anadolu

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.