Pramono Ngamuk Pedagang Masker Mark Up Harga Hingga 10 Kali Lipat, Pemprov DKI Siap Bagikan Gratis
Senin, 07 September 2026, 18:27 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pedagang tidak menaikkan harga (mark up) masker di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga menyiapkan pembagian masker gratis di sejumlah tempat umum.
Pramono mengatakan masker saat ini menjadi kebutuhan bersama bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik. Karena itu, pedagang diminta tidak memanfaatkan kondisi tersebut untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Hal yang berkaitan dengan masker saya minta untuk tidak inilah (mark up). Ini kan kebutuhan bersama jadi jangan dipermainkan,” ujar Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Menurut Pramono, pembagian masker gratis menjadi salah satu langkah Pemprov DKI untuk membantu masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan di tengah kondisi udara yang terdampak sebaran abu vulkanik.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan melakukan pembagian masker di tempat-tempat umum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutur Pramono.
Baca Juga: Pramono Minta DBH Penuh, Purbaya: Emang Dia Bisa Neken Saya?
Baca Juga: Jakarta Terpapar Abu Vulkanik, Pramono Minta Warga Akses Informasi Resmi dan Lakukan 5M
Baca Juga: DKI Semprot Water Mist di 5 Wilayah Jakarta, Sekolah Mulai PJJ Hari Ini
Sebelumnya, Pemprov DKI juga menyiapkan langkah untuk menjaga kualitas udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pramono mengatakan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terkait pelaksanaan OMC.
“Segala upaya tentunya kita lakukan, termasuk OMC. Diprediksi tanggal 7-8 ini ada kemungkinan awannya bagus, nah kalo bisa dilakukan saya sudah meminta kepada bpbd yang punya kewenangan itu untuk melakukan OMC,” pungkasnya.
Pramono mengimbau masyarakat Jakarta tetap memantau informasi resmi terkait kondisi cuaca dan kualitas udara. Warga juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan pelindung diri untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri