Prabowo Targetkan 750 BUMN Lebih Ditutup hingga Akhir 2026
Bagikan:
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dipangkas menjadi maksimal 300 perusahaan hingga akhir 2026.
Dengan target tersebut, lebih dari 750 BUMN akan ditutup atau dirampingkan dari jumlah yang sebelumnya mencapai 1.074 entitas.
Prabowo mengatakan, penataan BUMN dilakukan setelah pemerintah menemukan jumlah perusahaan pelat merah yang jauh lebih banyak dari perkiraannya. Bahkan, sejumlah BUMN memiliki anak, cucu, hingga cicit perusahaan.
“Ketika kita bentuk Danantara, yaitu adalah dana kedaulatan kita, Sovereign Wealth Fund. Kita menemukan bahwa ada 1.074 BUMN. Dan BUMN-BUMN itu ada yang punya anak perusahaan, dan ada yang punya cucu perusahaan. Bahkan ada yang punya cicit perusahaan. Ini luar biasa,” kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan sidang bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat, 14 Agustus.
Prabowo mengaku sebelumnya memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga 400 perusahaan. Namun, setelah dilakukan penataan, pemerintah menemukan jumlahnya mencapai lebih dari seribu entitas.
“Saya mengira BUMN itu adalah 300 atau 400. 1.074. Dan BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara. Pemerintah tidak dianggap. Saya tidak paham bagaimana bisa terjadi seperti ini,” ujarnya.
Prabowo menilai masih terdapat banyak BUMN yang tidak produktif dan terus mengalami kerugian. Karena itu, pemerintah akan mempertahankan perusahaan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.
“Saudara-saudara, terlalu banyak BUMN yang tidak produktif. Rugi terus laporannya untung. Ngarang aja itu untungnya itu,” ucapnya.
Prabowo kemudian mengungkapkan pemerintah telah menutup 290 BUMN sebagai bagian dari proses restrukturisasi. Jumlah tersebut akan terus bertambah hingga akhir tahun.
“Tapi saya dengan bangga hari ini saya mau laporkan kepada Majelis yang terhormat, hari ini kita telah menutup 290 BUMN. Pada Desember 31, 2026, kita targetkan hanya akan memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan,” jelas Prabowo.
Dia menyebut langkah tersebut sebagai salah satu restrukturisasi korporasi terbesar di dunia.
Selain menyederhanakan jumlah perusahaan, perampingan BUMN juga disebut telah memberikan efisiensi terhadap biaya operasional.
“Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun,” ungkapnya.
Penghematan tersebut berasal dari berbagai komponen biaya, mulai dari gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan hingga perjalanan dinas.
“Hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas, bla bla bla bla kita sudah menghemat Rp50 triliun lebih. Target kita Desember 31, target kita kita harus menghemat Rp70 triliun lebih saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo.
Prabowo menilai efisiensi tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan masyarakat, seperti perbaikan fasilitas kesehatan, renovasi sekolah, hingga pembangunan rumah bagi rakyat.
“Kita bisa bayangkan dengan Rp50 triliun berapa Puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa kita berikan,” pungkasnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+