Prabowo: Ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tantangan global - ANTARA News Jawa Timur

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan perekonomian Indonesia tetap kuat di tengah tantangan global dan tidak mengalami kolaps sebagaimana sejumlah prediksi sebelumnya.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, Presiden mengatakan kondisi tersebut tercermin dari berbagai capaian pemerintah di tengah situasi global yang masih diwarnai konflik dan tantangan ketahanan pangan.

"Bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps. Ternyata semakin hari semakin kuat, semakin hari semakin kuat," ujar Prabowo.

Pernyataan Presiden tersebut disampaikan ketika perekonomian global masih menghadapi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, tekanan harga pangan dan energi, serta perlambatan perdagangan dunia. 

Di sisi lain, pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai sekitar 5,6 persen dan menilai ketahanan pangan menjadi salah satu penopang stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Presiden, Indonesia berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan sejumlah negara dalam menghadapi persoalan pangan karena telah lebih dahulu memperkuat upaya swasembada pangan.

Prabowo juga mengapresiasi kinerja para menteri Kabinet Merah Putih yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan menjalankan program pemerintah.

Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran kabinet agar tidak cepat berpuas diri karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun digelar sebagai forum evaluasi pelaksanaan program pemerintah menjelang pidato kenegaraan Presiden pada 16 Agustus 2026.

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.