Prabowo Dorong Percepat Pembangunan PLTS 100 GW, Niat Pensiunkan PLTD
Bagikan:
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan 100 Giga Watt (GW) Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Sejalan dengan pembangunan ini, pemerintah juga akan mempercepat penghentian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
"Pemerintah akan mempercepat penutupan pembangkit listrik tenaga diesel dan menggantinya dengan pembangkit listrik tenaga surya," ujar Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya, Jumat, 14 Agustus.
Pada tahap awal, Prabowo bilang pemerintah akan menargetkan pembangunan 30 gigawatt PLTS sekaligus menghentikan 13 gigawatt kapasitas pembangkit listrik tenaga diesel di tahun 2026.
Menurutnya Indonesia memiliki potensi panas matahari yang berlimpah sepanjang tahun. Ia menilai kondisi ini menjadi keuntungan yang harus dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak, terutama di wilayah terpencil dan kepulauan.
“Tidak masuk akal jika pulau-pulau yang terpencil kita harus menunggu kapal membawa BBM solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien,” sambung Prabowo.
Ia menambahkan, ke depannya, skema idal yang akan diterapkan adalah dengan membangun 1 MW PLTS di masing-masing desa sehingga dapat membangun kemandirian energi sekaligus menekan biaya penyediaan listrik di daerah-daerah terpencil.
BACA JUGA:
"Idealnya setiap desa bisa memiliki PLTS 1 megawatt. Ini ideal. Kalau desa itu mau siapkan lahan kita bisa yakinkan bahwa mereka bisa dapatkan PLTS 1 megawatt 1 desa," jelas dia.
Bahkan, lanjut dia, menyebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah menghitung bahwa kapasitas PLTS sebesar 100 GW dapat menghemat sedikitnya Rp73,9 triliun setiap tahun melalui penurunan biaya pokok produksi listrik.
"Belum lagi kalau kita tidak impor BBM dari luar negeri lagi. Dengan 100 GW kebutuhan impor kita akan jauh berkurang dan kita bisa menghemat sangat banyak devisa," tandas Prabowo.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+