Potret 7 Destinasi yang Jadi Saksi Kemerdekaan Indonesia
Di masa kemerdekaan lokasi Tugu Proklamasi ini merupakan rumah dari Sang Proklamator itu sendiri. Soekarno membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia di teras depan rumahnya, di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta. (bonauli/detikcom)
Pada malam menjelang kemerdekaan Indonesia, tokoh golongan muda progresif Indonesia berinisiatif menculik Soekarno dan Hatta. Penculikan ini bertujuan untuk mencegah Soekarno Hatta dari pengaruh Jepang. Inilah rumah Djiaw Kie Siong atau yang dikenal dengan Rumah Rengasdengklok. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
Terletak di jantung Kota Surabaya, Hotel Majapahit yang dahulunya bernama Hotel Yamato ini menjadi saksi pertempuran heroik antara pemuda Surabaya dengan Belanda. Saat itu pemuda Indonesia merobek warna biru pada bendera Belanda yang dikibarkan di depan Hotel Yamato, sehingga menjadi bendera merah putih. (HIMAWAN SUTANTO)
Benteng Rotterdam difungsikan sebagai markas komando pertahanan, kantor perdagangan, hingga pusat pemerintahan Belanda di wilayah timur Indonesia. Setelah beberapa kali beralih fungsi, kini Benteng Rotterdam menjadi salah satu objek wisata sejarah terbesar di Makassar. Koleksi menarik di Benteng Rotterdam adalah naskah La Galigo, yang diakui UNESCO sebagai Memory of The World. (Didik Dwi/detikTravel)
Menyusuri cerita perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa dipisahkan dari Gedung Joeang 45. Wisata sejarah kemerdekaan ini dahulunya merupakan sebuah hotel yang dikelola oleh keluarga L.C. Schomper. Namun pada detik-detik kemerdekaan gedung tersebut diambil alih pemuda Indonesia, dan dijadikan tempat pelatihan dan pendidikan. (Rifkianto Nugroho)
Dulunya bangunan ini merupakan kediaman Laksamana Tadashi Maeda. Beliau merupakan salah satu perwira angkatan laut Jepang yang membantu Indonesia merumuskan naskah proklamasi. Kini rumah bersejarah yang terletak di Jalan Imam Bonjol No. 1 Menteng, Jakarta Pusat tersebut berubah menjadi museum sejak 1992. (Pradita Utama)
Rumah bersejarah ini dulunya menjadi tempat tinggal Ir. Soekarno beserta istri, ibu mertua, dan kedua anak angkatnya selama di Ende. Suasana yang tenang di lokasi inilah yang juga menjadi tempat Bung Karno merenungkan mengenai sila-sila dalam Pancasila. (http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/)