Porsche Taycan Dikabarkan Bakal Disetop Produksi

Jakarta -

Porsche Taycan dikabarkan bakal disetop produksi pada 2030. Kabar tersebut cukup mengejutkan, mengingat CEO mereka, Michael Leiters, bulan lalu mengatakan, masa bakti mobil listrik tersebut masih panjang dan belum akan berakhir.

Laporan itu datang dari media Jerman, WirtschaftsWoche. Dewan pekerja Porsche dikabarkan telah menyepakati prinsip penghentian produksi Taycan bersama manajemen. Namun, kesepakatan tersebut belum dituangkan secara tertulis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taycan merupakan mobil listrik pertama Porsche yang diperkenalkan tujuh tahun silam. Model itu sempat mencatat penjualan yang cukup baik, sebelum angkanya terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Porsche Taycan TurboPorsche Taycan Turbo Foto: (Dina Rayanti/detikOto)

Salah satu penyebabnya adalah kehadiran Porsche Macan EV. Mobil listrik berbentuk SUV itu diklaim mendapat respons pasar yang jauh lebih kuat, seiring tren konsumen kelas atas yang makin menyukai SUV.

Padahal, hingga kini, Porsche masih terus mengembangkan Taycan. Pada 2027, misalnya, Taycan digadang-gadang bakal mendapat fitur E-shift yang dirancang memberikan sensasi berkendara dan suara seperti mobil bensin dengan transmisi manual.

Leiters sendiri sebelumnya menegaskan, Porsche masih ingin melihat perkembangan pasar Taycan. Dia tak mau buru-buru menghentikan produksinya.
"Kami tidak berencana menghentikan Taycan dalam jangka pendek," ujar Leiters dalam wawancara bulan lalu.

Namun, laporan terbaru menyebut, Porsche telah mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk memindahkan produksi Taycan ke pabrik lain. Pada akhirnya, opsi penghentian produksi bisa menjadi pilihan.

Porsche sendiri belum memberikan komentar terkait kabar tersebut. Dengan demikian, nasib Taycan masih belum benar-benar final. Jika benar dihentikan pada 2030, kendaraan itu akan menutup perjalanan 11 tahun sebagai pionir mobil listrik Porsche.

(sfn/lth)