Polinela perkuat ketahanan pangan lewat pertanian terpadu di Lampung Selatan

Lampung Selatan (ANTARA) - Politeknik Negeri Lampung (Polinela) terus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani melalui penerapan sistem pertanian terpadu atau Integrated Bio-Cycle Farming System di Kabupaten Lampung Selatan (Lamse), Provinsi Lampung.

Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Polinela untuk mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Mekar Jaya di Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung.

Ketua tim PKM Polinela Rizky Rahmadi di Lampung Selatan, Senin, mengatakan program tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan pestisida kimia sintetis yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya produksi.

“Kami hadir membawa solusi praktis melalui rekayasa teknologi Tong Komposter 2-in-1. Alat ini dirancang untuk mengolah limbah padat dan kotoran ternak menjadi dua produk sekaligus, yakni kompos dan pupuk organik cair (POC),” kata dia.

Menurut dia, teknologi tersebut memanfaatkan berbagai limbah yang tersedia di lingkungan petani, seperti jerami, tongkol jagung, dan kotoran ternak sapi, sehingga dapat diolah menjadi input produksi pertanian secara mandiri.

Penerapan teknologi itu dinilai mampu menekan biaya produksi pertanian hingga sekitar 40 persen sekaligus mendorong penerapan sistem budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Dalam program tersebut juga, tim PKM memberikan pelatihan kepada para petani untuk membuat insektisida organik berbahan ekstrak daun sirsak dan bioherbisida ramah lingkungan dari hasil fermentasi air kelapa.

Teknologi tersebut diterapkan untuk mendukung budidaya edamame yang sehat dengan menekan penggunaan bahan kimia sintetis, sehingga hasil panen diharapkan lebih aman dan memiliki nilai ekonomi yang lebih baik.

Edamame yang dikembangkan Poktan Mekar Jaya juga diarahkan menjadi salah satu komoditas yang dapat memperkuat pasokan pangan lokal, khususnya sumber protein nabati, serta mendukung kebutuhan pangan berkualitas dalam rangka penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain aspek produksi, Polinela turut membenahi tata kelola kelompok tani untuk menjaga kesinambungan pasokan dan mengantisipasi penurunan harga saat terjadi panen raya.

Menurutnya, sebanyak 15 anggota Poktan Mekar Jaya mendapatkan pendampingan untuk menerapkan sistem Kalender Tanam Rotasi dengan penjadwalan tanam secara bergilir berdasarkan blok waktu.

Melalui pola tersebut, katanya produksi edamame diharapkan dapat berlangsung secara kontinu setiap pekan sehingga pasokan ke pasar lebih terjaga dan petani memiliki peluang memperoleh harga jual yang lebih stabil.

Program pemberdayaan dilaksanakan secara intensif selama delapan bulan dengan pendekatan partisipatif, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis, pembuatan demplot percontohan seluas 400 meter persegi, pendampingan produksi dan pascapanen hingga pengembangan kemitraan pasar.

Dalam pelaksanaannya, petani ditempatkan sebagai aktor utama sehingga teknologi yang diperkenalkan tidak hanya dapat diterapkan selama program berlangsung, tetapi juga diharapkan mampu dikembangkan secara mandiri oleh kelompok tani.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) melalui skema BIMA, ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026.

Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong penerapan inovasi pertanian, pemanfaatan sumber daya lokal, peningkatan efisiensi produksi, serta penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat di daerah.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.