Polda Maluku minta orang tua tingkatkan pengawasan anak - ANTARA News Ambon, Maluku
Ambon (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku meminta para orang tua di wilayah ini meningkatkan perhatian, komunikasi, dan pengawasan terhadap anak untuk mencegah mereka berada dalam situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak. Apabila terdapat kegiatan penyampaian aspirasi atau situasi tertentu yang berpotensi menimbulkan kerawanan, kami berharap anak-anak tidak berada di lokasi tersebut tanpa pendampingan dan pemahaman yang memadai," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi dalam keterangan tertulis di Ambon, Jumat (28/8).
Ia mengatakan orang tua memiliki peran utama dalam memberikan edukasi dan arahan kepada anak, termasuk mengetahui aktivitas serta lingkungan pergaulan mereka.
Menurutnya, anak-anak dan generasi muda merupakan aset masa depan yang perlu dilindungi dari berbagai situasi yang dapat mengancam keselamatan maupun mengganggu perkembangan mereka.
Rositah menegaskan Polda Maluku menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara bebas serta bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Namun, penyampaian aspirasi tetap harus dilakukan secara tertib dan damai dengan memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Dalam kondisi tersebut, anak-anak membutuhkan pendampingan khusus karena belum sepenuhnya memahami risiko dari situasi yang mereka hadapi.
"Penyampaian aspirasi adalah hak masyarakat yang dilindungi dan dihormati. Namun kita semua juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak. Mereka masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang tua serta orang-orang dewasa di sekitarnya agar tidak mudah ikut-ikutan tanpa memahami situasi dan risiko yang mungkin terjadi," ujarnya.
Ia juga meminta orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak agar dapat mengetahui aktivitas, pergaulan, serta informasi yang mereka terima, termasuk dari lingkungan sosial dan media digital.
Menurut Rositah, pendekatan kepada anak tidak cukup hanya berupa larangan. Orang tua perlu memberikan pemahaman mengenai keselamatan, kepatuhan terhadap aturan, serta pentingnya mempertimbangkan risiko sebelum mengikuti suatu kegiatan.
"Bangun komunikasi yang baik dengan anak-anak kita. Tanyakan mereka sedang melakukan apa, bersama siapa dan ke mana mereka pergi. Berikan pemahaman dengan cara yang baik bahwa menyampaikan pendapat harus dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan, tetapi keselamatan dan masa depan mereka harus tetap menjadi prioritas utama," katanya.
Selain keluarga, Polda Maluku mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, guru, serta seluruh elemen masyarakat ikut memberikan perhatian dan perlindungan kepada generasi muda.
Rositah mengatakan semangat tersebut sejalan dengan nilai hidup orang basudara yang mengedepankan kepedulian dan kebersamaan masyarakat Maluku.
"Di Maluku kita mengenal semangat hidup orang basudara. Artinya, kita semua memiliki kepedulian untuk saling menjaga. Kalau ada anak-anak di lingkungan kita yang membutuhkan perhatian dan bimbingan, mari kita rangkul dan arahkan dengan baik," ujarnya.
Rositah berharap masyarakat bersama-sama menjaga setiap kegiatan penyampaian aspirasi agar berlangsung aman, tertib, dan damai tanpa membahayakan keselamatan masyarakat maupun mengganggu kepentingan umum.
Pewarta: Winda Herman
Editor : Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.