PM Modi meresmikan Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju di India

Visakhapatnam, India (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi meresmikan Bandara Internasional Alluri Sitarama Raju atau Bandara Vizag di Bhogapuram, Provinsi Andhra Pradesh, India.

Terletak di pesisir timur India, Bandara Vizag dinilai menjadi salah satu gerbang utama yang menghubungkan India dengan kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pengembangan bandara juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pembangunan dan konektivitas di Provinsi Andhra Pradesh.

Dalam sambutannya di Bhogapuram, Sabtu waktu setempat, Modi menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung agenda pembangunan di provinsi tersebut melalui konsep double-engine government.

Konsep tersebut mengedepankan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian untuk mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.

“Jalan menuju kemakmuran adalah melalui investasi, produksi, ekspor, dan lapangan kerja,” kata Modi.

Adapun Bandara Vizag dibangun dengan biaya lebih dari 56,4 miliar rupee atau sekitar 591 juta dolar AS oleh GMR Visakhapatnam International Airport Limited lewat skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Pada tahap pertama, bandara ditargetkan untuk bisa melayani hingga enam juta penumpang per tahun, dan kemudian dikembangkan hingga kapasitas lebih dari 40 juta penumpang per tahun.

Bandara Vizag berdiri di atas lahan seluas 2.200 acre atau sekitar 890 hektare, dengan tambahan 500 acre yang disiapkan untuk pengembangan pada masa mendatang. Bandara ini memiliki landasan pacu sepanjang 3.800 meter dengan standar Code 4E yang mampu melayani pesawat berbadan lebar (wide-body) untuk penerbangan internasional jarak jauh.

Chairman Energy & International Airports GMR sekaligus anggota Group Holding Board GMR Group Srinivas Bommidala menjelaskan bandara tersebut diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi di sepanjang pesisir timur India.

Keberadaan bandara akan mendukung berbagai sektor, mulai dari elektronik, farmasi, ekspor makanan laut, teknologi informasi, energi terbarukan, hingga manufaktur maju.

“Dengan operasi dan kemitraan yang mencakup India, Indonesia, Filipina, dan Yunani, kami membangun platform penerbangan internasional terpadu yang menghubungkan perekonomian, mendorong pariwisata, memfasilitasi perdagangan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Bommidala.

Baca juga: Pertamina ensures aviation fuel quality for Bali peak season

“Vizag Airport secara strategis berada di posisi yang tepat untuk menjadi gerbang penting yang menghubungkan Asia Tenggara, sekaligus memperkuat posisi India sebagai salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” imbuhnya.

Pewarta : Bayu Saputra
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026