PM Jepang Sanae Takaichi Tak Tegas Pertahankan Prinsip Non-Nuklir Jepang
Bagikan:
JAKARTA - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menghindari komitmen tegas untuk mempertahankan tiga prinsip non-nuklir saat negaranya memperingati 81 tahun pengeboman atom Hiroshima oleh Amerika Serikat.
Kyodo News dikutip Kamis, 6 Agustus, melaporkan, Takaichi hanya mengatakan pemerintah Jepang “menjunjung” kebijakan lama tersebut. Pernyataan itu disampaikan setelah ia menghadiri upacara peringatan di Hiroshima, Jepang barat, Kamis.
Tiga prinsip non-nuklir Jepang berarti negara itu tidak memiliki, tidak memproduksi, dan tidak mengizinkan senjata nuklir berada di wilayahnya.
Dalam konferensi pers setelah upacara, Takaichi mengatakan Jepang akan mendorong upaya yang “realistis dan praktis” menuju dunia tanpa senjata nuklir.
Takaichi hadir dalam upacara tahunan Hiroshima untuk pertama kalinya sebagai perdana menteri.
BACA JUGA:
Sikap tersebut muncul ketika pemerintah Jepang dilaporkan sedang mempertimbangkan peninjauan ulang tiga prinsip non-nuklir. Kajian itu dilakukan saat Jepang bersiap merevisi sejumlah dokumen penting keamanan nasional sebelum akhir tahun.
“Terlalu dini untuk berkomentar mengenai bentuk akhir redaksinya karena kami masih berada di tengah proses revisi dokumen sebelum akhir tahun,” kata Takaichi kepada wartawan setelah upacara.
Namun, ia menyatakan arah kebijakan pemerintah Jepang tidak berubah.
“Namun, tidak ada perubahan bahwa Jepang dengan teguh menjunjung tiga prinsip non-nuklir dalam arah kebijakannya,” ujar Takaichi.
Kyodo News mencatat, sikap Takaichi berbeda dari beberapa perdana menteri Jepang sebelumnya. Shigeru Ishiba dan Fumio Kishida, misalnya, menyatakan Jepang akan mempertahankan prinsip non-nuklir saat berpidato dalam upacara tahunan peringatan bom atom Hiroshima pada 6 Agustus dan Nagasaki pada 9 Agustus 1945.
Namun, mendiang Perdana Menteri Shinzo Abe, mentor politik Takaichi, tidak menyebut prinsip tersebut dalam pidatonya pada 2015.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+