PLN gunakan aset BMN ESDM percepat elektrifikasi di Papua Barat

PLN gunakan aset BMN ESDM percepat elektrifikasi di Papua Barat

Jumat, 17 Juli 2026 15:15 WIB

Image Print

Suasana penandatanganan Perjanjian Sewa BMN Hulu Migas pada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) BP Berau Ltd yang berlangsung di Jakarta, Kamis (2/7).  (ANTARA/HO- PLN Papua)

Jayapura (ANTARA) - PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mempercepat pemerataan akses listrik di wilayah Papua Barat melalui pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) sektor hulu migas.

Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) Rakhmawat di Jayapura, Kamis, mengatakan aset BMN yang dimanfaatkan berupa satu unit generator set (genset) berkapasitas sekitar 700 kVA beserta perlengkapan pendukungnya.

"Lalu genset yang berada di area operasi Tangguh LNG BP Berau Ltd tersebut digunakan PLN sebagai sumber listrik sementara untuk melayani Kampung Tanah Merah Baru dan Kampung Saengga di Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat," katanya.

Menurut Rakhmawat, dengan adanya kerja sama itu menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional untuk memperluas akses listrik di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Kami sangat berkomitmen untuk terus mempercepat optimalisasi pemanfaatan aset negara agar dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar dia.

Dia menjelaskan pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada PLN dan seluruh pihak yang telah mendukung percepatan penyediaan listrik di wilayah tersebut.

Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Roberth Rumsaur mengatakan pemanfaatan genset tersebut berperan penting sebagai pembangkit transisi selama PLN menyelesaikan pembangunan infrastruktur kelistrikan permanen.

"Kami kemudian merampungkan pemasangan transformator penurun tegangan (step-down) 33/20 kV sehingga kebutuhan listrik Kampung Tanah Merah Baru dan Kampung Saengga kini telah dipenuhi melalui sistem yang lebih andal dan berkelanjutan tanpa bergantung pada pembangkit sementara," katanya.

Menurut Roberth, kolaborasi antara PLN dan Kementerian ESDM menjadi bukti sinergi dalam menghadirkan layanan kelistrikan hingga ke pelosok Papua Barat.

"Kami berharap kolaborasi pemanfaatan aset negara dapat terus diperluas untuk mendukung penyediaan listrik di wilayah-wilayah lain di Papua dan Papua Barat, sehingga semakin banyak masyarakat di daerah terpencil menikmati akses listrik yang andal dan berkelanjutan," ujar dia.

Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Sewa BMN Hulu Migas pada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) BP Berau Ltd yang berlangsung di Jakarta, Kamis (2/7).

Pewarta : Qadri Pratiwi
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026