PKS Kalteng tingkatkan kewaspadaan kader terhadap dampak kabut asap
PKS Kalteng tingkatkan kewaspadaan kader terhadap dampak kabut asap
Minggu, 18 Oktober 2026 21:25 WIB
PKS Kalteng tingkatkan kewaspadaan kader terhadap dampak kabut asap di Palangka Raya, Minggu (18/10/2026). (ANTARA/Rendhik Andika)
Palangka Raya (ANTARA) - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kalimantan Tengah meningkatkan kewaspadaan kader terhadap dampak kabut asap melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan di Kantor DPW PKS Kalteng, Minggu.
Ketua DPW PKS Kalteng Sirajul Rahman mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memantau kondisi kesehatan kader sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan gangguan pernapasan akibat paparan asap.
“Jadi kegiatan penyuluhan ini adalah untuk mengecek kembali kesehatan teman-teman kader di PKS. Di sini salah satunya pelayanan kesehatan, kemudian kita juga mengadakan penyuluhan,” kata Sirajul yang juga menjabat Sekretaris Komisi IV DPRD Kalteng.
Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, dan saturasi oksigen dalam tubuh menggunakan oksimeter. Panitia juga menyiapkan tabung oksigen untuk mengantisipasi peserta yang membutuhkan bantuan akibat penurunan kadar oksigen.
Sirajul menjelaskan pelayanan kesehatan kali ini secara khusus menyasar kader PKS setelah sebelumnya kegiatan serupa dilaksanakan empat kali untuk masyarakat umum.
Menurut dia, upaya tersebut merupakan bagian dari kepedulian partai terhadap kesehatan masyarakat dan kader di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah.
Selain di tingkat wilayah, pelayanan kesehatan juga dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS di sejumlah kabupaten dan kota. Kegiatan di daerah menyasar kader maupun masyarakat sesuai dengan kebutuhan setempat.
Melalui pemeriksaan dan penyuluhan tersebut, PKS berharap para kader lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan, mengenali kondisi tubuh, serta melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan selama bencana asap berlangsung.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker sebagai salah satu upaya mengurangi paparan partikel asap. Kewaspadaan terhadap gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) perlu ditingkatkan, terutama ketika kualitas udara memburuk.
Sirajul menegaskan pelayanan kesehatan akan terus dilakukan selama kondisi darurat asap masih berlangsung. Komitmen itu, kata dia, menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan kesehatan secara berkelanjutan bagi kader dan masyarakat.
“Kita akan tetap melakukan pelayanan sampai bencana ini benar-benar selesai. Jadi kondisi yang seperti ini kita tuntaskan sampai selesai,” ujarnya.
Pewarta : -
Editor: Rendhik Andika
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.