PIB College gelar workshop 'Traditional Chinese Medicine' hadirkan Wang Lu

Bali (ANTARA) - Ahli TCM Bone-setting and Rehabilitation dari Tiongkok Dokter Wang Lu mengajak masyarakat untuk melakukan pola makan yang teratur untuk menjaga kesehatan, termasuk juga menjaga struktur tulang dalam beraktivitas.

"Dalam menjaga kesehatan, pola makan menjadi kunci agar tubuh sehat. Termasuk juga menjaga pola sikap tubuh dalam beraktivitas sehingga postur tubuh tetap terjaga dan struktur tulang tidak berubah. Karena jika salah dalam beraktivitas atau bekerja akan mempengaruhi struktur tulang. Seperti posisi duduk salah, akan dapat membuat posisi tulang belakang berubah atau bengkok," kata Wang Lu pada acara workshop di PIB College Tabanan Bali, Rabu (5/8).

Ia mengatakan dengan terapi metode Tiongkok, postur tulang yang bengkok atau tak sesuai tubuh normal dapat diterapi secara berkelanjutan sehingga nantinya menjadi kembali normal, seperti pada tulang belakang, belikat, termasuk pada kesehatan wajah.

lebih lanjut Wang Lu menyampaikan bahwa TCM adalah teknologi kesehatan global. Bukan hanya untuk orang Indonesia, tetapi juga untuk orang Barat, Eropa, dan Nusantara. Kami ingin memperkenalkan teknologi ini untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan.

Sedangkan Direktur Partnership & Event PIB College, Made Herry Erika Sedana M.Sc mengatakan kegiatan ini merupakan langkah nyata PIB untuk menjadikan wellness tourism sebagai segmen unggulan pariwisata Bali.

"Sebelumnya kami sudah menggelar workshop pertama. Kali ini kami angkat exotic culinary TCM untuk tujuan penyembuhan dan menjaga kesehatan. Ini bagian dari wellness tourism. Hari ini fokus pada bone structure," katanya.

Menurutnya, wellness tourism memiliki potensi ekonomi yang besar. Selain regular tourism dan event tourism, segmen wellness dan luxury tourism memiliki nilai spending per wisatawan yang jauh lebih tinggi.

PIB ingin menjadi pusat sertifikasi Traditional Chinese Medicine di Indonesia. Nanti pelaku industri retreat dan wellness bisa mengirim SDM-nya ke sini untuk belajar dan mendapatkan sertifikasi resmi. kegiatan kolaborasi PIB College dengan BAKU sudah berjalan selama 3 tahun bekerja sama dengan BAMA Karya Usada.

"Kami ingin menjaga kolaborasi ini agar memberi dampak luar biasa bagi pertumbuhan wellness tourism di Bali. Mungkin PIB adalah institusi pertama di Indonesia yang membuka kelas khusus seperti ini," ujar Erika menegaskan.

Ia menilai, pengembangan wellness tourism sangat relevan dengan arah kebijakan pemerintah dan tren pasar global yang mengarah pada quality tourism dan niche market.

Program ini ke depan akan diintegrasikan ke dalam Program Studi Manajemen Perhotelan 4 tahun di PIB, sehingga lulusannya siap mengisi segmen hotel bintang 5 dengan layanan retreat and wellness.

Direktur Bali Mandarin Academy, David Kurniawan mengatakan fokus pihaknya adalah pada edukasi. Pihaknya bekerja sama dengan rumah sakit di Tiongkok untuk mendatangkan tim ahlinya. Tujuannya agar masyarakat, khususnya di PIB College, lebih memahami apa itu TCM. Tim medisnya sangat kompeten. Selain pelayanannya juga membawa teknologi dan pengetahuan untuk diimplementasikan di Bali.

Baca juga: Mulai 2026, Insentif Rp30 juta dokter spesialis 3T dibayar pusat

Melalui TCM Cooking Workshop Series 02, PIB College dan BAKU berharap dapat membuka wawasan baru bagi pelaku pariwisata, akademisi, dan masyarakat tentang integrasi pengobatan tradisional Tiongkok dengan industri pariwisata kesehatan di Bali.

Pewarta : Antara NTB
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026