PGRI Dukung Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Alasannya
Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Unifah Rosyidi, mendukung wacana Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengenai pemberlakuan kembali aturan siswa tidak otomatis naik kelas.
Unifah menilai, siswa perlu menjalani asesmen atau penilaian terlebih dahulu untuk menentukan kenaikan kelas. Proses ini diperlukan untuk memotivasi siswa, memberikan tantangan sejak dini, serta memastikan hasil pembelajaran yang jelas.
"Ya, saya setuju pandangan Pak Menteri bahwa tidak otomatis naik kelas. Namanya belajar, perlu adik-adik diases supaya ada motivasi, supaya ada hasil yang lebih baik, hasil pembelajaran yang jelas, supaya anak itu ditantang sejak dini untuk menguasai satu hal," jelas Unifah kepada Liputan6.com, Jumat (9/10/2026).
Menurut Unifah, peningkatan mutu pendidikan memerlukan perlakuan yang berbeda terhadap siswa berdasarkan capaian belajarnya. Hal ini bukan untuk menciptakan tingkatan atau strata, melainkan untuk memastikan standar pendidikan tetap terjaga.
"Jadi untuk peningkatan mutu memang tidak semua yang malas dan rajin disamaratakan. Harus (dibedakan). Bukan bermaksud melakukan strata, bukan, tetapi memang di setiap kali kita menguasai sesuatu harus diuji sesuai dengan standar yang ditentukan, apakah dia lulus ataukah tidak lulus," ujarnya.
Unifah menegaskan, meskipun pendidikan merupakan hak setiap anak, siswa tetap harus mengikuti ujian sesuai standar untuk dapat naik ke jenjang atau tingkat berikutnya.
"Bukan otomatis, walaupun pendidikan itu adalah hak, tapi untuk mencapai level tertentu ya dia harus ikut ujian," tutup Unifah.
Pernyataan Unifah ini menyusul pandangan Mendikdasmen Abdul Mu'ti yang sebelumnya menyatakan bahwa kebijakan siswa tidak otomatis naik kelas pada jenjang pendidikan dasar dan menengah kemungkinan akan diberlakukan kembali mulai tahun ajaran 2027 dan seterusnya.
Salah satu pertimbangannya, menurut Abdul Mu'ti, adalah siswa saat ini dinilai kurang terdorong untuk berusaha lebih keras karena tetap dipastikan naik kelas, terlepas dari capaian akademik mereka selama proses pembelajaran.