Petugas Lapas Sintang gagalkan penyelundupan sabu lewat makanan - ANTARA News Kalimantan Barat

Pontianak (ANTARA) - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sintang menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang diduga disembunyikan dalam makanan ringan melalui layanan barang titipan.

"Kami mengapresiasi kewaspadaan petugas yang berhasil mendeteksi upaya penyelundupan barang terlarang sejak di pintu masuk. Tidak ada toleransi terhadap peredaran narkotika di dalam Lapas atau Rutan," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Barat Jayanta di Pontianak, Kamis.

Dia mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan efektivitas pengawasan berlapis dalam mencegah masuknya barang terlarang ke lingkungan pemasyarakatan.

Upaya penyelundupan terungkap saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang titipan yang ditujukan kepada salah seorang warga binaan. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sembilan kantong klip yang diduga berisi sabu-sabu dan satu kantong klip diduga berisi ekstasi yang telah dihaluskan pada hari Rabu kemarin.

Barang yang diduga narkotika tersebut disembunyikan di dalam makanan ringan untuk mengelabui petugas saat proses pemeriksaan barang titipan sebelum diserahkan kepada warga binaan.

Setelah temuan tersebut, petugas mengamankan pembawa barang dan melakukan pemeriksaan terhadap warga binaan yang menjadi tujuan titipan. Petugas juga mensterilkan area pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Berdasarkan pemeriksaan awal, barang yang diduga narkotika tersebut diakui ditujukan kepada seorang warga binaan yang sedang menjalani pidana terkait kasus narkotika.

Lapas Kelas IIB Sintang kemudian berkoordinasi dengan Polres Sintang untuk menyerahkan barang bukti beserta pembawa barang guna menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Jayanta menegaskan pihaknya akan terus memperkuat pengawasan terhadap layanan kunjungan dan barang titipan sebagai bagian dari upaya pemberantasan HALINAR atau Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

"Seluruh jajaran harus terus memperkuat deteksi dini, meningkatkan kewaspadaan, dan bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan Lapas dan Rutan tetap aman dan bersih dari narkoba," katanya.

Menurut dia, sinergi antara jajaran pemasyarakatan dan aparat penegak hukum menjadi bagian penting dalam mencegah peredaran narkotika sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Ia menambahkan pengawasan berlapis akan terus diterapkan agar layanan kepada masyarakat tetap berlangsung secara aman, tertib, dan berintegritas.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.