Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gerak Cepat Tangani Insiden Mobil Tangki di Bulungan

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Gerak Cepat Tangani Insiden Mobil Tangki di Bulungan

Rabu, 22 Juli 2026 20:33 WIB

Image Print

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun. (ANTARA/HO-Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan)

Tarakan (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bergerak cepat menangani insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mobil tangki milik mitra transportir PT Timbul Cahaya Energi di Jalan Poros Bulungan–Berau KM 30, Jelarai Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada Senin (20/7) malam.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa tidak terdapat kebocoran maupun tumpahan produk BBM akibat insiden tersebut.

“Pertamina langsung melakukan penanganan dengan memprioritaskan keselamatan awak mobil tangki, mengamankan kendaraan dan produk, serta memastikan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan," kata Edi dalam keterangan tertulis diterima di Tarakan, Rabu malam.

Dia mengungkapkan adanya satu orang awak mobil tangki mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pemeriksaan serta penanganan di fasilitas kesehatan terdekat.

Mobil tangki dengan nomor polisi KU 8196 AU tersebut membawa masing-masing 8 kiloliter (KL) Pertalite dan 8 KL Biosolar dari Jobber Berau menuju SPBU 63.772.002.

Berdasarkan hasil pengecekan awal, insiden terjadi saat mobil tangki melintasi jalan berkelok dan berupaya menghindari truk pengangkut kelapa sawit yang mengalami pecah ban di lajur jalan.

Dalam upaya menghindari kendaraan tersebut, mobil tangki melakukan manuver keluar jalur dan menabrak pohon sawit sehingga bagian depan kendaraan mengalami kerusakan.

Edi mengatakan Pertamina bersama mitra transportir segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan di lokasi kejadian.

Mobil tangki kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan towing menuju SPBU tujuan agar proses pembongkaran BBM dapat dilakukan secara aman, katanya.

“Seluruh muatan berupa 8 KL Pertalite dan 8 KL Biosolar telah berhasil dibongkar di SPBU tujuan pada Selasa (21/7) pukul 07.00 WITA. Dengan demikian, pelayanan dan penyaluran BBM kepada masyarakat tetap berjalan,” tambah Edi.

Kondisi stok BBM di SPBU 63.772.002 terpantau tersedia, yaitu Pertamax sebanyak 7 KL, Pertalite 9 KL, Pertamax Turbo 5 KL, Biosolar 24 KL, dan Dexlite 12 KL. Pertamina juga telah menyiapkan rencana pengiriman pada Selasa (21/7).

Berdasarkan pemeriksaan awal sebelum keberangkatan, kedua awak mobil tangki dinyatakan dalam kondisi fit, sementara hasil pemeriksaan kendaraan dinyatakan layak beroperasi dan tidak ditemukan indikasi konsumsi alkohol.

Dia mengatakan saat kejadian, kondisi cuaca terpantau cerah, kondisi jalan baik, dan kecepatan kendaraan berdasarkan GPS berada pada kisaran 35–44 kilometer per jam.

Pertamina bersama mitra transportir akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi mobil tangki serta evaluasi menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dalam kegiatan pendistribusian BBM tetap dijalankan sesuai prosedur, katanya.

“Pertamina berkomitmen untuk terus mengutamakan aspek keselamatan serta memastikan distribusi energi kepada masyarakat tetap terjaga,” kata Edi.

Baca juga: Bupati Berau Apresiasi Penyaluran Fuel Storage Pertamina Untuk Resor dan Nelayan
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Raih Pengakuan Global

Pewarta : Redaksi
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.