Perry Warjiyo Mundur, Rupiah Diproyeksikan Bertahan di Atas Rp 18.000 |Republika Online

Karyawan memperlihatkan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Valuta Inti Prima, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp 18.000 per dolar AS pascapengumuman pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada Senin (27/7/2026). Ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi menilai kembalinya rupiah ke level psikologis tersebut menunjukkan pasar meminta premi risiko yang lebih tinggi akibat ketidakpastian kelembagaan setelah pengumuman itu.

"Dampak terhadap rupiah dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) bergantung pada kualitas suksesi serta kemampuan BI menjaga fungsi reaksinya. Rupiah yang kembali menembus Rp 18.000 menunjukkan pasar masih meminta premi lebih tinggi atas ketidakpastian kelembagaan," kata Syafruddin kepada Republika, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah (USD/IDR) bergerak dari sekitar Rp 17.935 menjadi Rp 18.080. Sementara itu, Non-Deliverable Forward (NDF) satu bulan naik dari Rp 17.956 menjadi Rp 18.132 dan volatilitas tersirat satu bulan meningkat dari 5,40 persen menjadi sekitar 5,98 persen.

IHSG juga turun sekitar 0,63 persen sehingga tekanan tidak lagi terbatas pada pasar valuta asing. Di sisi lain, BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen pada 22 Juli 2026 serta memperluas kebijakan untuk menarik arus portofolio asing dan menjaga stabilitas rupiah.

"Dalam jangka dekat, rupiah masih berpotensi bergerak di kisaran Rp 18.000—Rp 18.300 apabila proses suksesi tetap kabur, arus modal asing masih negatif, dan komunikasi pemerintah lemah," tuturnya.

Menurut Syafruddin, rupiah berpeluang kembali menguat ke bawah Rp 18.000 per dolar AS apabila calon Gubernur BI yang dipilih memiliki kredibilitas tinggi, BI tetap mempertahankan kebijakan yang berorientasi pada stabilitas, serta premi risiko mulai menurun.

Saat ini jabatan Gubernur BI dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior (DGS) Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara (Pgs). Syafruddin menilai masa transisi yang ideal untuk menetapkan gubernur BI definitif sekitar satu hingga dua bulan agar pasar kembali tenang.

Sementara itu, IHSG diperkirakan masih akan bergerak volatil. Saham-saham perbankan besar dinilai berpotensi bertahan, sedangkan sektor infrastruktur, properti, dan emiten yang memiliki utang dalam valuta asing lebih rentan terhadap suku bunga tinggi serta depresiasi rupiah.