Perkumpulan Lions Indonesia gelar rangkaian aksi sosial dan dukung komunitas Katolik - ANTARA News Megapolitan

Depok (ANTARA) - Perkumpulan Lions Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam aksi kemanusiaan di Indonesia. Melalui kolaborasi erat dengan berbagai institusi Gereja Katolik dan lembaga sosial, Lions Club merealisasikan serangkaian proyek strategis yang menyasar sektor kesehatan, pendidikan, hingga inklusi bagi penyandang disabilitas.

LCIF Constitutional Area V11 (Australia, New Zealand, Indonesia) Eveline N Chandra bahkan berkesempatan melaporkan langsung berbagai aksi nyata dan dukungan sosial kepada komunitas Katolik kepada Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo.

”Saya melaporkan beberapa aktivitas Lions Club, di antaranya pemberian bantuan alat kesehatan untuk Klinik Diabetes St Carolus dan renovasi dapur umum di Paroki Santo Andreas dan SLB Pangudi Luhur,” jelas Eveline, dalam keterangannya, Minggu

Dia juga melaporkan rencana kedatangan LCIF Chairperson, A.P Singh pada 23 September ke Indonesia. Sejumlah agenda besar telah disiapkan untuk menyambut kedatangan LCIF Chairperson, A.P Singh.

”Salah satu fokus utamanya adalah sektor kesehatan masyarakat dan pelayanan pasien. Pada tanggal 23 September mendatang, Klinik Diabetes St. Carolus Salemba akan menggelar bakti sosial pemeriksaan gula darah massal yang ditargetkan melayani 600 pasien. Menyusul agenda tersebut, sebuah aksi kemanusiaan berskala besar berupa donor darah dengan target 1.000 kantong darah juga akan diselenggarakan di Central Park Mall, Jakarta Barat,” imbuhnya.

Tidak hanya kesehatan umum, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak pejuang kanker. Lions Club akan meresmikan rumah singgah kedua di kawasan Tomang, Jakarta Barat.

Dengan adanya dua rumah singgah dari donasi LCIF senilai USD250 ribu tersebut, membuat total kapasitas tampung meningkat, sehingga mampu mengakomodasi 40 pasien kanker anak beserta pendamping mereka selama menjalani masa pengobatan.

Dukungan infrastruktur dan inklusi sosial di bidang infrastruktur sosial dan pendidikan, kemitraan ini terwujud dalam bentuk renovasi dapur umum Siti Mariam di Paroki St. Andreas, Green Garden, Jakarta Barat, yang peresmiannya dijadwalkan pada 25 September.

Bantuan serupa juga disalurkan untuk merenovasi dapur umum di SLB Pangudi Luhur Jakarta Barat, serta pembangunan gedung sekolah di wilayah Keuskupan Sibolga. Meluas ke ranah pendidikan, Lions Club menegaskan dukungannya terhadap anak-anak difabel intelektual melalui program Special Olympics.

Setelah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan LCIF Pusat dan meraih Mission Infusion Award, Indonesia kini mengintegrasikan gerakan ini ke dalam program kerja nasional.

Sebagai bentuk realisasi nyata, Lions Club memfasilitasi anak-anak difabel intelektual dari delapan provinsi agar dapat berpartisipasi dalam kejuaraan nasional bertajuk Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) II yang akan berlangsung di Kupang pada 14 Oktober mendatang.

“Melalui seluruh rangkaian proyek dan advokasi ini, kami berharap kerja sama lintas lembaga ini dapat terus berjalan berkesinambungan, membawa harapan baru, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang paling membutuhkan bantuan,” harapnya.

Menanggapi berbagai kerja nyata dari Perkumpulan Lions Indonesia itu, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang besar. Ia berharap, Perkumpulan Lions Indonesia akan terus menjadi jembatan kasih dan kemanusiaan bagi masyarakat Indonesia secara umum dan komunitas Katolik secara khusus.

Pewarta: Feru Lantara
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.