◐

Perkuat Sinergi Pelaku Pasar, Camaro Gelar Badminton Competition 2026

Warta Ekonomi, Jakarta -

Capital Market Journo (Camaro) memperkuat hubungan antara media dan pelaku industri pasar modal melalui Camaro Badminton Competition 2026. Berbeda dari kompetisi futsal yang digelar pada 2022–2025, ajang tahun ini untuk pertama kalinya mempertemukan tim-tim korporasi dalam kompetisi badminton.

Kompetisi yang digelar di Hexa Badminton Hall, Jakarta, Sabtu (26/9/2026), diikuti 20 tim, dengan mayoritas peserta berasal dari kalangan korporasi. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi emiten, regulator, Self-Regulatory Organization (SRO), dan media untuk membangun komunikasi di luar rutinitas pekerjaan.

Ketua Camaro Badminton Competition 2026 Gilang Praditya mengatakan peningkatan partisipasi korporasi menunjukkan hubungan antara media dan pelaku industri yang semakin terbuka.

“Alhamdulillah, engagement atau hubungan baik antara teman-teman media maupun teman-teman korporasi terjalin cukup baik. Semua hadir dengan perwakilannya, bahkan ada direktur dari PT Darma Henwa, teman-teman dari IPCC, dan Indofood,” ujar Gilang saat pembukaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas komunikasi dan membuka peluang kolaborasi antarpemangku kepentingan pasar modal.

“Peran kita memang ada di paling ujung, tetapi kalau tidak ada peran kita, informasi dari pasar modal tidak akan sampai kepada masyarakat,” katanya.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi regulator, SRO, emiten, korporasi, dan wartawan untuk berinteraksi di luar aktivitas pekerjaan.

“Di tengah kesibukan dan rutinitas kita semua, kita menyempatkan jeda sejenak untuk berkumpul dan bertemu dalam ajang yang sangat positif, Camaro Badminton Competition. Ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi,” ujar Hasan.

Menurut Hasan, minat terhadap kompetisi tersebut cukup tinggi. Dari lebih dari 50 tim yang berminat, sebanyak 20 tim akhirnya mengikuti pertandingan. Sejumlah emiten bahkan membawa pemain terbaik dari kompetisi internal masing-masing.

“Yang datang bukan pemain sembarangan. Ini atlet terbaik yang mewakili institusi masing-masing,” katanya.

Hasan menilai olahraga dapat menjadi sarana menjaga keseimbangan sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku industri. Ia juga mengaitkan nilai sportivitas dalam pertandingan dengan kebutuhan menjaga fairness di pasar modal.

“Jaga terus fairness ini, baik di olahraga dan terutama di pasar modal kita yang memang membutuhkan integritas yang tinggi agar terus mengundang minat emiten untuk melantai di bursa dan investor untuk terus berinvestasi di pasar modal kita,” jelasnya.

Tagline Camaro Badminton Competition 2026, “Fair Play in Sport, Fair Trade in the Market”, turut menekankan pesan tersebut.

Dalam kompetisi tersebut, PT Indofood Sukses Makmur Tbk menjadi juara pertama. Posisi kedua ditempati PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk di posisi ketiga dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk di posisi keempat.

Sementara itu, penghargaan pemain terbaik diraih Setyasno Effendi dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk.

Kompetisi mendapat dukungan dari berbagai perusahaan dan institusi di ekosistem pasar modal, termasuk Bursa Efek Indonesia, KPEI, KSEI, perusahaan sekuritas, emiten, perusahaan BUMN, perusahaan swasta, serta pelaku jasa keuangan.