Perang Dagang AS-Kanada: Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika

Para pejabat Kanada menolak perubahan nama tersebut.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menegaskan bahwa nama Danau Ontario berasal dari bahasa masyarakat adat dan sudah digunakan sebelum terbentuknya Konfederasi Kanada maupun Deklarasi Kemerdekaan AS.

"Warga Kanada juga tahu bahwa kenyataannya, danau itu bernama Danau Ontario—dulu, sekarang, dan selamanya," tulis Carney.

Kepala pemerintahan Ontario, Doug Ford, yang beberapa kali saling melontarkan sindiran dengan Trump, juga menolak perubahan nama tersebut.

"Bagi warga Kanada dan seluruh dunia, namanya Danau Ontario. Sekarang dan selamanya," tulis Ford di X.

Kepala pemerintahan Nova Scotia, Tim Houston, turut menanggapi keputusan Trump.

"Ini sudah benar-benar konyol. Namanya Danau Ontario, kawan," katanya.

Danau Ontario merupakan salah satu danau di kawasan Great Lakes atau Danau-Danau Besar yang berada di perbatasan AS dan Kanada.

Gubernur New York Kathy Hochul dari Partai Demokrat pun menolak perubahan nama tersebut. Wilayah New York berbatasan dengan Danau Ontario.

"New York tidak akan menyebutnya seperti itu," tulis Hochul di X menanggapi pengumuman Gedung Putih.

Nama Danau Ontario berasal dari kata "oniatarí:io" dalam bahasa masyarakat adat Huron, yang berarti "danau dengan air yang berkilau". Provinsi Ontario, yang dibentuk pada 1867, mengambil namanya dari danau tersebut.

Trump mengatakan perubahan nama itu tidak dimaksudkan untuk menyampaikan pesan geopolitik tertentu. Namun, ia kembali menuding Kanada telah lama merugikan AS dalam urusan perdagangan dan militer.

"Kanada sudah lama merugikan kami," kata Trump.

"Mereka ingin diperlakukan seperti sebuah negara bagian, padahal mereka bukan negara bagian," lanjutnya. "Kami tidak bisa terus seperti itu."

"Kami mencintai rakyat Kanada," tambah Trump. "Menurut saya, para wakil mereka tidak menjalankan tugas dengan baik. Mungkin mereka akan berubah. Saya benar-benar tidak tahu. Itu tidak terlalu penting."

Langkah tersebut mengingatkan pada keputusan Trump tahun lalu yang mengganti nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika".

Trump membubuhkan tanda tangannya dengan spidol Sharpie pada perintah eksekutif tersebut, lalu mengangkat dokumen itu di depan kamera.

"Kami juga sudah mengurus semua berkas, dokumen, dan segala sesuatu yang diperlukan," katanya.

Trump kemudian mengisyaratkan bahwa keinginannya mengganti nama sejumlah perairan mungkin belum berakhir.

"Kalau dipikir-pikir, sekarang kita punya teluk dan danau. Tinggal samudra yang belum," kata Trump.

"Jadi, mungkin kita harus mengganti nama Atlantik dan/atau Pasifik. Mungkin akan kami ganti."