◐

Penyakit Tak Menular Jadi Penyebab Mayoritas Kematian di Dunia, Hipertensi hingga Diabetes Mengintai

Jakarta -

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi salah satu tantangan kesehatan yang semakin besar. Dalam beberapa dekade terakhir, terjadi perubahan pola penyakit yang menjadi penyebab utama kematian, dari penyakit infeksi ke penyakit tidak menular.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, jika melihat kondisi kesehatan sekitar 50-100 tahun lalu, mayoritas penyakit yang menyebabkan kematian berkaitan dengan infeksi. Penyakit tersebut antara lain disebabkan oleh virus, influenza, hingga bakteri seperti E. coli, kolera, dan penyebab disentri.

Namun, pola tersebut kini mengalami perubahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata 20 tahun, 10 tahun ini mengalami perubahan secara drastis, di mana terjadi pergeseran. Kematian penduduk di dunia menurut data dari WHO, 74 persen kematian disebabkan karena penyakit noninfeksi," lanjutnya dalam acara Patient Safety Day 2026, Kamis (1/8/2026).

Menurut Taruna, di Indonesia terdapat sekitar 1,378 juta kematian setiap tahun akibat penyakit tidak menular. Dari jumlah tersebut, sekitar 52 persen dikaitkan dengan sejumlah penyakit.

"Setelah disaksikan dengan kematian tadi, ada 1,378 juta kematian akibat penyakit tidak menular, bukan di dunia, di Indonesia," katanya.

Hipertensi menjadi salah satu kondisi yang banyak dialami masyarakat. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, ia menyebut sekitar 30,8 persen penduduk Indonesia mengalami hipertensi.

"Dulu biasanya orang menderita penyakit hipertensi, tekanan darah tinggi pada umumnya itu di usia 40 tahun, mengalami pergeseran menjadi di atas 18 tahun," katanya.

Selain hipertensi, diabetes juga menjadi salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat. Sekitar 11,7 persen penduduk atau kurang lebih 31 juta orang disebut mengalami diabetes. Penyakit ini bahkan dimulai dari pengidap usia 15 tahun. Sementara itu, prevalensi obesitas mencapai 23,4 persen.

Kepala BPOM menekankan pentingnya rantai keselamatan pasien dalam menghadapi penyakit tidak menular. Upaya tersebut mencakup pencegahan, skrining atau deteksi dini, pengobatan, rehabilitasi, hingga perawatan paliatif.

"Deteksi dini sangat penting, selain itu tentu yang penting lagi promosi hidup sehat, jangan makan berlebihan lemak, jangan makan berlebihan gula, jangan makan berlebihan garam," katanya.

Halaman 2 dari 2

(elk/suc)