◐

Penumpang Mengamuk, Pesawat Singapore Airlines Putar Balik Setelah 9 Jam Terbang

Liputan6.com, Washington, DC- Pesawat Singapore Airlines (SIA) tujuan Singapura terpaksa kembali ke San Francisco, Amerika Serikat, hampir sembilan jam setelah lepas landas. Keputusan tersebut diambil setelah seorang penumpang bertindak tidak terkendali hingga melukai dirinya sendiri di dalam pesawat.

Dikutip dari Channel News Asia, maskapai nasional Singapura itu mengonfirmasi insiden tersebut pada Kamis (15/10/2026). Juru bicara SIA mengatakan, penumpang dalam penerbangan SQ31 tersebut bertindak agresif dan mengalami luka dalam kejadian itu.

“Penumpang di dalam penerbangan SQ31 bertindak tidak terkendali dan melukai dirinya sendiri dalam proses tersebut,” kata juru bicara SIA.

Setelah menilai situasi di dalam pesawat, pilot memutuskan untuk mengalihkan penerbangan kembali ke San Francisco.

Pesawat tersebut berangkat dari San Francisco pada Rabu (14/10) pukul 11.51 waktu setempat atau Kamis pukul 02.51 waktu Singapura. Pesawat kemudian mendarat dengan aman di Bandara Internasional San Francisco pada pukul 20.41 waktu setempat, atau delapan jam 50 menit setelah keberangkatan.

Setibanya di San Francisco, penumpang yang terlibat dalam insiden tersebut diserahkan kepada pihak berwenang setempat.

Penerbangan menuju Singapura itu kembali diberangkatkan pada pukul 23.18 waktu setempat dengan menggunakan awak pesawat yang baru.

Penumpang Disebut Berteriak dan Menendang Kursi

Seorang pengguna Reddit yang mengaku berada di dalam pesawat tersebut menceritakan pengalaman yang disebutnya sebagai kejadian paling gila yang pernah dialaminya.

Menurut kesaksiannya, sekitar tiga jam setelah pesawat lepas landas, seorang penumpang mulai berteriak, menendang kursi, dan berusaha mencapai pintu darurat.

Penumpang tersebut disebut terus berteriak dan menendang meskipun telah ditahan. Pengguna Reddit itu juga mengatakan bahwa penumpang tersebut kemudian ditangkap.

Namun, Singapore Airlines tidak memberikan perincian mengenai tindakan penumpang selama penerbangan maupun jenis luka yang dialaminya.