◐

Pengusaha Merapat! Bos Mal Minta Siap-Siap Mulai Kuartal IV 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri ritel modern berpeluang kembali menggenjot penjualan pada akhir 2026 hingga awal 2027. Setelah melewati periode low season yang menekan transaksi, pelaku usaha akan menghadapi rangkaian momentum belanja yang berpotensi meningkatkan aktivitas konsumen.

Periode tersebut mencakup sejumlah hari besar keagamaan dan pergantian tahun, disusul penyesuaian upah minimum, pembagian tunjangan hari raya (THR), hingga Ramadan dan Idulfitri. Sejumlah perusahaan juga berpotensi membagikan bonus kinerja tahunan yang dapat menambah ruang belanja masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja melihat triwulan IV-2026 dan triwulan I-2027 sebagai kesempatan bagi pelaku usaha untuk memaksimalkan penjualan. Rangkaian momentum tersebut dapat menjadi penopang setelah bisnis ritel melewati periode yang relatif lebih sepi.

"Triwulan IV/2026 dan triwulan I/2027 akan menjadi kesempatan bagi industri usaha ritel di Indonesia untuk memaksimalkan penjualan sehubungan dengan momen-momen penting yang akan datang secara berurutan," kata Alphonzus kepada CNBC Indonesia, Jumat (16/10/26).

Momentum Natal dan Tahun Baru menjadi pembuka rangkaian tersebut pada akhir tahun. Setelah itu, konsumen akan menghadapi sejumlah peristiwa yang berpotensi memengaruhi anggaran rumah tangga, termasuk penyesuaian upah minimum dan perayaan Imlek.

Memasuki awal 2027, perhatian industri ritel akan tertuju pada Ramadan hingga Idulfitri. Periode ini secara historis menjadi salah satu musim belanja penting di Indonesia, ketika kebutuhan masyarakat terhadap berbagai produk dan jasa meningkat menjelang hari raya.

Alphonzus menilai rangkaian momen tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mengejar penjualan setelah periode low season. Namun, besarnya peluang tetap bergantung pada kemampuan peritel memanfaatkan waktu belanja dan menyesuaikan penawaran dengan kebutuhan konsumen.

"Dimulai dari Natal, tahun baru, kenaikan upah minimum, Imlek, Ramadan, THR, Idulfitri," ujarnya.

Selain hari besar, tambahan pendapatan yang diterima sebagian pekerja juga dapat menjadi faktor pendukung aktivitas belanja. Pembagian bonus perusahaan atas kinerja tahunan berpotensi menambah daya beli kelompok masyarakat yang menerimanya, meskipun dampaknya akan bergantung pada besaran bonus dan prioritas pengeluaran masing-masing rumah tangga.

Bagi pengelola mal, periode tersebut menjadi kesempatan untuk meningkatkan aktivitas pengunjung sekaligus mendorong konversi menjadi transaksi. Strategi promosi, program belanja, dan penyesuaian penawaran dengan kalender hari besar dapat menjadi bagian dari upaya memanfaatkan momentum musiman.

"Tidak sedikit perusahaan-perusahaan yang akan membagikan bonus atas kinerja 2026," kata Alphonzus.

(dce) [Gambas:Video CNBC]