Pengamat Nilai Hilirisasi Nikel di Sulawesi Dapat Dorong Ekonomi Lokal

Jakarta, CNN Indonesia --

Hilirisasi nikel dinilai akan mampu menciptakan nilai tambah melalui peningkatan produksi hasil tambang yang berdampak langsung terhadap ketangguhan ekonomi lokal, sehingga mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Salah satu proyek yang tengah dikembangkan saat ini adalah fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek ini diamanatkan kepada PT Vale Indonesia Tbk (INCO), anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID.

Pengamat lingkungan Irwan Ridwan sepakat bahwa proyek hilirisasi seperti HPAL pada dasarnya dirancang untuk meningkatkan ekonomi lokal. Menurutnya, aspek tersebut umumnya telah dibahas dalam tahap pra-studi kelayakan (pre-feasibility study/Pra-FS) hingga studi kelayakan (feasibility study/FS) sebagai bagian dorongan terhadap ketangguhan ekonomi nasional dan ekonomi lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seharusnya akan memberi pengaruh (positif) terhadap ekonomi lokal dan (peningkatan) kualitas sosial masyarakat dan ini sudah dibahas dalam Pra-FS dan FS suatu proyek investasi," kata Irwan.

Dia berharap, peningkatan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas sosial masyarakat dapat dijalankan sesuai komitmen saat operasional berjalan, bukan menjadi formalitas untuk memenuhi kewajiban.

Proyek HPAL Sambalagi merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang masuk dalam proyek strategis nasional untuk mempercepat hilirisasi mineral di Indonesia. Proyek yang bernilai investasi mencapai US$2 miliar ini diharapkan memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional melalui pengolahan nikel bernilai tambah tinggi.

Inisiatif Anggota Grup MIND ID ini diprediksi mampu mendorong efek ganda yang sangat besar terhadap pembangunan ekonomi nasional dan mendorong nilai sosial masyarakat sekitar daerah operasionalnya di Sulawesi.

Senada, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido, menyatakan apresiasi atas pengembangan kawasan industri yang tak mengabaikan aspek sosial dan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, pendekatan inklusif ini penting untuk memastikan manfaat investasi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat setempat.

"Kolaborasi yang memberi ruang bagi UMKM lokal serta keterbukaan terhadap fasilitas publik menjadi model pembangunan kawasan industri yang inklusif dan berkelanjutan bagi Sulawesi Tengah," kata Reny.

Dampak positif program hilirisasi nikel itu seperti tercermin pada kinerja perekonomian daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah pada triwulan I tahun 2026 mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,32 persen secara tahunan (year-on-year).

Sementara sisi produksi, pendorong utama pertumbuhan tersebut berasal dari lapangan usaha industri pengolahan yang mengalami pertumbuhan tertinggi hingga 15,09 persen.

(rea/rir)

Add

as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]