Penerima bantuan pangan di Pulau Bangka bertambah 12.000 jadi 117.198 PBP - ANTARA News Bangka Belitung

Pangkalpinang (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan penerima bantuan pangan (PBP) untuk alokasi Juli-September 2026 di Pulau Bangka bertambah 12.000 PBP, sehingga total penerima bantuan di pulau tersebut menjadi 117.198 kepala keluarga.

"Saat ini penyaluran bantuan pangan ini masih dalam proses di lima kabupaten dan kota se-Pulau Bangka," kata Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan total penerima bantuan pangan di Pulau Bangka sebanyak 117.198 kepala keluarga tersebar di Kabupaten Bangka 30.552 PBP, Bangka Selatan 20.667 PBP, Bangka Tengah 27.488 PBP, Bangka Barat 18.683 PBP dan Kota Pangkalpinang sebanyak 19.808 PBP.

"Penerima bantuan pangan periode Juli hingga September tahun ini bertambah 12.000 PBP dibandingkan jumlah PBP alokasi Februari - Maret tahun ini, sehingga dapat membantu ekonomi masyarakat rentan dalam memenuhi kebutuhan pangannya," ujarnya.

Ia menyatakan saat ini penyaluran bantuan pangan periode Juli hingga September tahun ini telah dilakukan di Kabupaten Bangka dan selanjutnya akan disalurkan ke penerima bantuan pangan di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah dan terakhir Kota Pangkalpinang.

"Kami menyalurkan bantuan pangan ini dalam bentuk beras dan untuk alokasi Juli - September tahun ini akan disalurkan 30 kilogram per penerima manfaat, sehingga dapat mengurangi beban masyarakat penerima bantuan dalam memenuhi kebutuhan berasnya," katanya.

Menurut dia, program bantuan pangan sebagai langkah pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, mengendalikan inflasi pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok yang terjangkau di daerah ini.

"Saat ini stok beras di Gudang Bulog mencukupi untuk penyaluran bantuan pangan ini, sehingga dapat menjaga ketahanan pangan masyarakat di pulau ini," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.