Pendeta Wanita Dituding Pemimpin Sekte, Video Jemaahnya Kejang-kejang Viral
Jakarta -
Pendeta asal Los Angeles, Kathryn Krick, menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkan sejumlah jemaahnya kejang-kejang, gemetar, hingga tersungkur saat didoakan viral di media sosial. Rekaman itu memicu gelombang kritik dan memunculkan tuduhan bahwa pelayanannya menyerupai sebuah sekte.
Kontroversi tersebut bermula saat Kathryn Krick menggelar acara peluncuran sekaligus penandatanganan buku terbarunya, Ignite Revival, di Houston, Texas. Dalam video yang beredar, para pengunjung tampak berjatuhan ke lantai, tubuh mereka bergetar, bahkan ada yang terlihat seperti mengalami kejang setelah menerima doa dari Kathryn.
Kathryn, yang memimpin Five-Fold Church atau 5F Church di Los Angeles, kemudian mengunggah cuplikan acara tersebut ke media sosial. Wanita 34 tahun itu mengatakan dirinya takjub melihat apa yang terjadi selama acara berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cara Tuhan bekerja di toko buku itu benar-benar membuat kami takjub," tulisnya.
Para pendukung Kathryn meyakini banyak orang mengalami kesembuhan dari penyakit, trauma emosional, hingga gangguan spiritual. Salah seorang peserta bahkan menyebut pengalaman itu sebagai salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya.
"Ini salah satu hari terbaik dalam hidup saya. Saya bahkan tidak sanggup tetap berdiri ketika maju untuk meminta tanda tangan buku karena begitu kuat merasakan kuasa Tuhan," tulisnya.
Namun, video tersebut juga menuai banyak pertanyaan. Seorang pengguna media sosial yang mengaku sebagai umat Kristen mempertanyakan mengapa orang-orang yang didoakan Kathryn menunjukkan reaksi fisik yang begitu ekstrem.
"Saya sudah sering melihat orang sembuh lewat doa. Tapi kenapa di pelayanan Kathryn Krick banyak yang sampai gemetar dan kejang? Apa yang membuat pelayanannya berbeda?" tulisnya.
Kathryn Krick mulai membangun pelayanannya sekitar sembilan tahun lalu setelah pindah ke Los Angeles untuk mengejar karier di dunia akting dan musik. Ia pernah mengaku sempat merasa tidak percaya diri untuk berkhotbah, tetapi yakin mendapat panggilan dari Tuhan.
Popularitasnya kemudian melejit berkat media sosial. Video-video yang menampilkan proses penyembuhan dan pelepasan roh jahat rutin ditonton jutaan kali di Instagram maupun TikTok.
Di sisi lain, sejumlah tokoh Kristen justru melontarkan kritik keras. Pengajar Alkitab Mike Winger menyebut Kathryn sebagai 'pemimpin sekte' yang menyebarkan ajaran menyesatkan. Sementara Pendeta Chris Rosebrough menilai Kathryn menerima bentuk kekaguman dari para pengikut yang seharusnya hanya diberikan kepada Yesus.
Meski terus menjadi sasaran kritik, Kathryn membantah tudingan tersebut. Menurutnya, penolakan terhadap pelayanannya muncul karena kesalahpahaman dan rasa iri.
Hingga kini, para pendukungnya tetap meyakini bahwa peristiwa yang terjadi dalam setiap ibadah maupun acara yang dipimpinnya merupakan mukjizat, sementara para pengkritik mengingatkan agar umat berhati-hati dan tidak mudah menaruh kepercayaan kepada seorang pemimpin agama.
(kik/kik)