Pemprov Papua Selatan dorong penguatan tata kelola satu data Indonesia

Pemprov Papua Selatan dorong penguatan tata kelola satu data Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 14:50 WIB

Image Print

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan Agustinus Joko Guritno (Tengah) . ANTARA/HO-Humas Pemprov Papua Selatan.

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan terus berupaya mendorong penguatan tata kelola Satu Data Indonesia (SDI) dalam perencanaan pembangunan di daerah tersebut.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan Agustinus Joko Guritno dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Jumat, mengatakan data menjadi salah satu acuan utama dalam menentukan kebutuhan pembangunan, termasuk dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan di daerah tersebut.

"Dengan demikian penyediaan data yang akurat, lengkap, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan akan dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan pembangunan," katanya.

Menurut Joko, salah satu hal penting adalah "pembungaan" dan perlindungan serta pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP), sehingga untuk dapat melaksanakan kebijakan yang tepat sasaran maka dibutuhkan data OAP yang akurat dan terpilah.

"Data terpilah sangat penting guna mengetahui kondisi, kebutuhan, serta perkembangan masyarakat OAP di berbagai bidang," ujarnya.

Dia menjelaskan dengan tersedianya data yang baik maka pemerintah dapat menyusun perencanaan pembangunan secara lebih tepat, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Selain itu, mampu menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat termasuk aspek sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dan kondisi wilayah," katanya lagi.

Dia menambahkan dengan demikian pihaknya berharap melalui kegiatan workshop penyusunan rencana aksi dan pembahasan daftar data menjadi wadah untuk menyatukan mengenai kebijakan serta standar pengelolaan data termasuk penyediaan data sektoral, data statistik, dan data terpilah OAP di Papua Selatan.

Pewarta : Ardiles Leloltery
Editor: Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026