Pemprov Kepri dukung pengembangan usaha pertanian
Pemprov Kepri dukung pengembangan usaha pertanian
Minggu, 23 Agustus 2026 09:42 WIB
Sejumlah petani memetik cabai hijau di atas lahan pertanian di Desa Toapaya Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (22/8/2026). ANTARA/Ogen
Bintan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendukung pengembangan usaha pertanian di wilayah pedesaan seperti yang dilakukan di Desa Toapaya Utara Kecamatan Toapaya Kabupaten Bintan.
Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Nyanyang Haris Pratamura di Bintan, Sabtu (22/8), menyebut Bintan menjadi salah satu sentra pertanian di Kepri dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, bahkan sebagian besar produknya telah dipasarkan hingga ke luar daerah, seperti Tanjungpinang dan Batam.
Menurut dia, pengembangan pertanian di wilayah ini memiliki tantangan tersendiri karena karakteristik wilayah kepulauan. Cuaca ekstrem, angin kencang, curah hujan yang tidak menentu hingga kondisi tanah menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Wagub memastikan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.
"Salah satunya, memastikan penyaluran pupuk subsidi berkelanjutan untuk menunjang hasil pertanian lokal," ujar Wagub.
Nyanyang mengapresiasi keberhasilan Poktan Bintan Jaya di Desa Toapaya Utara dalam memperkuat cadangan pangan melalui pengembangan usaha pertanian.
Ia menilai pengalaman dan metode pertanian yang telah berhasil diterapkan di Toapaya Utara dapat dikembangkan di wilayah lainnya di Kepri dengan menyesuaikan kondisi masing-masing daerah.
Sementara itu Kepala Desa Toapaya Utara Said yang juga petani setempat menyebut usaha pertanian yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Bintan Jaya itu mempekerjakan sekitar sepuluh orang buruh tani yang bertugas khusus memanen hasil pertanian, misalnya cabai hijau.
"Seorang buruh tani bisa mendapatkan gaji Rp100 ribu bahkan lebih untuk memanen cabai, mulai pagi hingga siang hari atau setengah hari. Kemampuan panen cabai per orang rata-rata 25 kilogram," kata Said di Bintan, Sabtu (22/8).
Ia menyebutkan panen cabai hijau dilakukan rutin seminggu sekali di atas lahan seluas 4.000 meter persegi, lalu hasil panen dipasarkan ke Kota Tanjungpinang dan Kota Batam. Untuk sekali pengiriman mencapai 400 kilogram, dengan harga Rp40 ribu per kilogram.
Selain itu, kata Said, Poktan Bintan Jaya juga memasarkan hasil panen pepaya kalifornia mereka ke Tanjungpinang hingga Batam, dengan harga Rp8 ribu per kilogram.
"Kalau pepaya ada sekitar 1.000 pohon. Sekali panen, bisa tiga biji per pohon," kata Said.
Ia melanjutkan Poktan Bintan Jaya mengembangkan komoditas cabai, nanas hingga pepaya kalifornia di atas lahan seluas delapan hektare di Kampung Kangboy, Toapaya Utara.
Jenis tanaman ini dinilai masih menguntungkan para petani karena harganya relatif stabil di pasaran dibanding beberapa komoditas pertanian lainnya yang cenderung berfluktuasi.
Namun di sisi lain, kata dia, kondisi musim hujan sempat mengganggu perawatan tanaman khususnya cabai akibat serangan penyakit pada bagian pucuk. Untungnya, kendala itu bisa diatasi dengan pemberian cairan dimethoate agar tampilan hasil panen tetap mulus dan berkualitas.
"Kami sebut itu penyakit embun bulu di bagian pucuk, tapi masih bisa diatasi," ucap Said.
Pewarta : Ogen
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.