Pemprov Kaltim distribusikan 62 ton beras cadangan ke Kabupaten Mahulu - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendistribusikan 62 ton beras cadangan pangan untuk mengatasi kendala distribusi dan krisis pangan di wilayah perbatasan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), khususnya di dua kecamatan.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Kamis, mengatakan langkah cepat ini diambil karena di dua kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari menghadapi tantangan geografis yang berat dan kendala akses jalan.

"Pemprov Kaltim memiliki cadangan pangan pemerintah daerah yang pada tahun 2026 tercatat sekitar 401 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 ton telah dikeluarkan dalam dua tahap untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak," ujar Fahmi saat menjadi pembicara terkait penanganan krisis pangan Mahulu di Samarinda.

Fahmi memastikan bahwa stok cadangan pangan provinsi masih aman untuk berjaga-jaga jika terjadi kondisi darurat pangan di kemudian hari.

Ia mencatat Mahulu menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Kaltim yang hingga kini belum memiliki cadangan pangan pemerintah daerah sendiri.

Dalam jangka pendek, lanjutnya, pemerintah mengutamakan respons cepat. Namun, distribusi bantuan dari Samarinda menghadapi tantangan logistik yang berlapis.

Truk besar Perum Bulog berkapasitas 3,5 hingga 4 ton hanya mampu menjangkau wilayah Ujoh Bilang.

"Untuk menuju Long Pahangai, bantuan harus dipindahkan ke kendaraan single cabin atau double cabin dengan kapasitas kurang dari 2 ton. Sementara menuju Long Apari, distribusi harus menggunakan kendaraan berkapasitas maksimal 1,5 ton," ujarnya.

Kondisi infrastruktur yang berat ini menyulitkan proses pendistribusian, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Sebagai solusi jangka menengah, Pemprov Kaltim menyiapkan langkah penyediaan gudang sementara (gudang anak) guna mendekatkan stok pangan dengan masyarakat. Sedangkan untuk jangka panjang, pemerintah mendorong pembangunan gudang Bulog di Mahulu untuk mempersingkat rantai distribusi.

Selain logistik, Pemprov Kaltim juga memacu peningkatan produksi pangan lokal agar Mahulu tidak ketergantungan pada pasokan beras luar daerah.

Saat ini luas tanam padi di Mahulu masih terbatas sekitar 14 hektare.

"Namun, pada tahun 2025, terdapat program cetak sawah APBN seluas 8 hektare di Long Hubung yang rampung per 31 Maret 2026. Target tahun 2026, kami menambah cetak sawah sekitar 46 hektare di Long Hubung dan Long Bagun," kata Fahmi.

Lahan sawah yang telah dicetak seluas 8 hektare tersebut sebagian sudah ditanami dan diperkirakan memasuki masa panen dalam satu hingga dua bulan ke depan jika pertumbuhan tanaman berjalan normal.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.