Pemprov Kaltim apresiasi target cetak 20.000 hektare sawah di Kutim - ANTARA News Kalimantan Timur

Balikpapan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang menargetkan pencetakan 20.000 hektare lahan sawah baru untuk mewujudkan swasembada beras di wilayah tersebut.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Balikpapan, Jumat, menegaskan sektor pertanian merupakan tumpuan masa depan Kaltim yang tidak bisa terus-menerus bergantung pada sumber daya alam tidak terbarukan seperti batu bara serta minyak dan gas bumi.

"Pertanian ini masa depan kita. Saya tidak terlalu yakin dengan sumber daya alam yang dikelola selama ini karena dampaknya juga tidak terlalu signifikan bagi masyarakat," tegas Rudy saat menerima kunjungan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.

Rudy meminta Pemkab Kutai Timur memperkuat kolaborasi dengan kelompok tani, TNI-Polri, dan pihak swasta agar program perluasan lahan ini berjalan sukses.

Selain fokus pada produksi gabah, ia juga menyarankan agar kawasan persawahan tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata alam atau agrowisata yang kini tengah diminati masyarakat.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa program perluasan sawah di Kutai Timur ditargetkan mencapai 20.000 hektare dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Program ini dilaksanakan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur yang belum tergarap maksimal.

"Luas kawasan sawah aktif di Kutai Timur baru mencapai sekitar 2.600 hektare," jelas Ardiansyah.

Dalam tahap awal memenuhi swasembada beras lokal, Pemkab Kutai Timur membidik target lumbung pangan sebesar 10.000 hektare.

Saat ini, program cetak sawah rakyat baru telah terealisasi seluas 553 hingga 600 hektare di Kecamatan Long Mesangat dan Bengalon.

"Sebagian besar kawasan sawah produktif kami saat ini berada di Kecamatan Kaliorang, Bengalon, Kaubun, dan Long Mesangat," ujar Ardiansyah.

Program perluasan ini dilakukan untuk mengatasi defisit pasokan beras Kutai Timur yang masih mencapai sekitar 20.000 ton per tahun dari total kebutuhan daerah sebesar 38.000 ton.

Saat ini, produktivitas lahan sawah aktif setempat baru berkisar antara 3,5 hingga 4,8 ton gabah per hektare.

Perluasan lahan, mekanisasi teknologi, dan penggunaan bibit unggul diharapkan dapat mendongkrak produktivitas padi lokal. Dengan begitu, ketergantungan pangan dari luar pulau seperti Jawa dan Sulawesi dapat segera dipangkas.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.