Pemprov Kalsel integrasikan 3 klaster wilayah pacu pertumbuhan ekonomi - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengintegrasikan pembangunan berbasis tiga klaster wilayah, yakni Banjarbakula, Banua Anam, dan Sentuhan Bersujud, sebagai strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai target nasional di angka 8,1 persen pada 2029.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel Suprapti Tri Astuti di Banjarmasin, Selasa, mengatakan, pendekatan klaster wilayah menjadi langkah pemerintah daerah dalam menyelaraskan pembangunan sesuai karakteristik dan potensi unggulan masing-masing kawasan.

Tiga klaster wilayah itu terdiri atas klaster Banjarbakula yaitu Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Tanah Laut, dan Barito Kuala; klaster Banua Anam yaitu Tabalong, Tapin, Balangan, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Hulu Sungai Utara; klaster Sentuhan Bersujud yakni Kotabaru dan Tanah Bumbu.

"Pengembangan tiga klaster wilayah merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mengintegrasikan seluruh program pembangunan agar berjalan dalam satu arah sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), visi dan misi Gubernur Kalimantan Selatan, serta program prioritas kepala daerah,” ujar Astuti.

Ia menyebutkan, Bappeda berperan sebagai pengampu utama perencanaan pembangunan dengan memastikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyusun program yang saling mendukung untuk mencapai sasaran pembangunan, termasuk peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Seluruh kebijakan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah harus bergerak dalam satu arah yang sama. Bappeda memastikan seluruh program SKPD selaras dengan RPJMD sehingga target pembangunan dapat tercapai secara efektif,” katanya.

Ia menjelaskan, tiga klaster wilayah tersebut dikembangkan berdasarkan karakteristik dan potensi masing-masing kawasan, sehingga pembangunan dapat lebih fokus sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mendukung pemerataan antar-wilayah di Kalimantan Selatan.

Selain pendekatan kewilayahan, pemerintah daerah juga memfokuskan anggaran pada pembangunan infrastruktur dasar yang dipadukan dengan penguatan ekonomi daerah, termasuk melalui bantuan keuangan sebesar Rp500 juta kepada setiap kabupaten dan kota.

Strategi tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan daya saing daerah, termasuk mendukung pengembangan berbagai proyek strategis seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diharapkan mampu meningkatkan investasi serta memperkuat struktur ekonomi Kalimantan Selatan.

Bappeda Kalsel secara berkala melakukan evaluasi terhadap kinerja seluruh SKPD melalui indikator capaian program, realisasi anggaran, serta kesesuaian pelaksanaan pembangunan dengan RPJMD dan rencana strategis perangkat daerah.

“Hasil evaluasi ini menjadi dasar laporan kepada Gubernur Kalsel sekaligus instrumen untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target yang telah direncanakan. Seluruh capaian pembangunan daerah nantinya akan tercermin dalam data statistik sebagai ukuran objektif keberhasilan pembangunan,” ujar Astuti.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.