◐

Pemprov Jatim alokasikan bantuan biaya pendidikan afirmasi Rp50 miliar - ANTARA News Jawa Timur

Magetan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengalokasikan Rp50 miliar untuk 50.000 murid afirmasi SMA, SMK, dan SLB pada tahun 2026 sebagai upaya memperkuat akses pendidikan di wilayah setempat.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan yang diterima di Magetan, Minggu, mengatakan program tersebut menyasar murid prasejahtera kelas X, XI, dan XII di sekolah negeri maupun swasta untuk mencegah putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi.

"Bantuan ini jangan hanya dilihat dari nilai nominalnya. Di balik setiap bantuan, ada cita-cita anak yang harus dijaga, perjuangan orang tua yang harus didukung, serta masa depan yang harus dipersiapkan bersama," ujarnya.

Alokasi Rp50 miliar tersebut terdiri atas Rp4,275 miliar bagi 4.275 murid dalam APBD murni dan tambahan Rp45,725 miliar bagi 45.725 murid melalui Perubahan APBD (P-APBD).

"Setiap murid dialokasikan bantuan sebesar Rp1 juta untuk meringankan kebutuhan pendidikan sekaligus mendukung keberlanjutan sekolah," katanya.

Menjelang Hari Jadi ke-81 Jatim Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan biaya pendidikan bagi murid afirmasi jenjang SMA, SMK, dan SLB tersebut di SMAN 2 Magetan sebesar Rp1,156 miliar untuk 1.156 murid.

Jumlah tersebut terdiri atas 110 murid dalam APBD murni dengan anggaran Rp110 juta dan tambahan 1.046 murid dalam P-APBD dengan anggaran Rp1,046 miliar. Menurut jenjangnya, alokasi bantuan di Magetan mencakup 406 murid SMA, 596 murid SMK, dan 154 murid SLB.

Selain itu Khofifah menyerahkan bantuan serupa di SMKN 1 Kademangan, Kabupaten Blitar, kepada 225 murid yang tercakup dalam alokasi APBD murni 2026. Setiap murid memperoleh Rp1 juta, sehingga total nilai bantuan mencapai Rp225 juta. Rinciannya, 141 murid berasal dari Kabupaten Blitar dan 84 murid dari Kota Blitar.

Secara keseluruhan, alokasi bantuan bagi Blitar Raya mencapai Rp2,25 miliar untuk 2.250 murid, terdiri atas 225 murid dalam APBD murni dan tambahan 2.025 murid dalam P-APBD.

Menurut jenjang pendidikan, alokasi tersebut mencakup 315 murid SMA, 608 murid SMK, dan 1.327 murid SLB. Berdasarkan wilayah, sebanyak 1.279 murid berasal dari Kabupaten Blitar dan 971 murid dari Kota Blitar.

Khofifah menjelaskan bantuan pendidikan afirmasi merupakan bentuk dukungan Pemprov Jatim untuk menjaga kesempatan belajar bagi anak-anak yang membutuhkan bantuan biaya. Penyerahan di berbagai daerah menjadi bagian dari komitmen memperluas akses pendidikan yang inklusif.

Menurutnya, dukungan tersebut sekaligus menjadi cara mengisi peringatan Hari Jadi ke-81 Jatim dengan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama murid dan keluarga penerima.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan ketentuan program tersebut untuk menghindari penerimaan bantuan sejenis secara bersamaan.

"Bantuan afirmasi ini tidak dapat digabungkan dengan program bantuan sejenis, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Program Keluarga Harapan (PKH), dan sejenisnya, sesuai ketentuan program," katanya.

Pihaknya berharap para penerima memanfaatkan bantuan untuk kebutuhan pembelajaran dan keperluan penunjang sekolah, sehingga dapat meringankan beban keluarga dan murid dapat terus belajar mempersiapkan masa depan.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.