Pemprov Gorontalo tekan AKI dan AKB melalui optimalisasi peran bidan - ANTARA News Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa mengatakan daerah itu terus berupaya menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui optimalisasi peran bidan.
"Optimalisasi peran bidan di era transformasi digital saat ini sangat penting," kata Anang di Kota Gorontalo, Senin.
Hal itu ia sampaikan di hadapan ratusan bidan terakreditasi pada Learning Management System (LMS) Plataran Sehat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kerja sama antara Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Gorontalo Utara dengan Promedicalth Gorontalo.
Dalam forum ilmiah tersebut, Anang mengatakan AKI dan AKB masih menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan kesehatan.
Meski menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, pencapaian tersebut masih memerlukan upaya yang lebih masif melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sistem rujukan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kebidanan.
Ia mengungkapkan berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam upaya menurunkan AKI dan AKB di Gorontalo, antara lain keterlambatan deteksi faktor risiko, lambatnya proses rujukan, serta keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas.
Oleh karena itu transformasi digital perlu dimanfaatkan untuk mempercepat pelayanan melalui Rekam Medis Elektronik (RME), integrasi platform SatuSehat, telemedicine, aplikasi pemantauan ibu hamil, sampai dashboard pelaporan kesehatan.
Teknologi tersebut diyakini mampu menghasilkan data yang lebih cepat, keputusan klinis yang lebih tepat dan pelayanan yang semakin efektif.
Menurutnya, bidan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Peran bidan mencakup pelayanan antenatal, deteksi dini faktor risiko, pendampingan persalinan, pelayanan nifas, pelayanan bayi baru lahir, konseling keluarga berencana, sampai memastikan rujukan dilakukan secara tepat waktu.
Pemanfaatan teknologi akan memperkuat setiap tahapan pelayanan tersebut, kata dia, sehingga kualitas layanan kepada masyarakat semakin meningkat.
Anang juga memaparkan sejumlah strategi percepatan penurunan AKI dan AKB, antara lain peningkatan kualitas pelayanan antenatal, skrining kehamilan risiko tinggi, pemanfaatan data digital, penguatan pelayanan primer, edukasi masyarakat berbasis digital, serta monitoring dan evaluasi didukung kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital juga harus diiringi dengan peningkatan kompetensi digital tenaga kesehatan, penguatan infrastruktur dan perlindungan data pasien.
“Transformasi digital bukan untuk menggantikan peran bidan, tetapi menjadi alat memperkuat pelayanan agar lebih cepat, tepat dan berkualitas bagi setiap ibu dan bayi," katanya.
Ia mengajak seluruh bidan untuk terus meningkatkan kompetensi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Bidan yang kompeten, didukung teknologi dan kolaborasi yang kuat, akan menjadi kunci percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi,” kata Anang.
Melalui kegiatan ini, lanjutnya, diharapkan para bidan semakin siap mengimplementasikan transformasi digital dalam pelayanan sehari-hari, termasuk mampu menghadirkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih aman, efektif dan berkualitas, serta mendukung tercapainya target penurunan AKI dan AKB di Gorontalo.
Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.